Masih Ada 12,6 GW Pembangkit Pakai Solar, Bahlil Bidik Impor BBM Turun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Indonesia menargetkan mengurangi impor solar dengan mengganti pembangkit listrik berbahan bakar diesel menjadi energi terbarukan. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan kapasitas pembangkit listrik berbasis solar di Indonesia masih mencapai 12,6 GW. Program PLTS 100 GW dengan kapasitas 100 GW akan diterapkan selama tiga tahun untuk mengonversi pembangkit diesel menjadi sumber energi terbarukan seperti angin dan surya. Contoh implementasinya terlihat di Bangka Belitung dan Bali, di mana PLN telah mengubah pembangkit diesel dengan memadukan energi angin dan surya. Program ini diproyeksikan menghemat APBN dari subsidi solar dan mengurangi impor BBM, khususnya solar. Bali akan menerima PLTS berkapasitas 1.000 MW yang dapat mengurangi pemakaian solar sekitar 0,6 juta kiloliter. Total investasi program sebesar 73 miliar dolar AS atau lebih dari Rp1.140 triliun.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 25 Agustus 2026 pukul 21.35
PLTS 100 GW Hemat APBN, Impor Solar Bakal Ditekan
kumparan · 25 Agustus 2026 pukul 16.54
Bahlil: Presiden Ketum Gerindra, Menteri Ketum Golkar, PLTS di 'Kandang Merah'
Media Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 22.55
Pemerintah Persiapkan Perpres untuk PLTS 100 Giga Watt
JPNN.com · 25 Agustus 2026 pukul 22.36
Proyek PLTS 100 GWp Dimulai dari Bali, Prabowo tak Ingin Impor Minyak Lagi
Berita terkait
Swasta Tak Mau Bangun PLTS 100 GW, Pemerintah Siapkan Danantara Ambil Alih
VOI · 25 Agustus 2026 pukul 20.30
Bahlil Mulai Tender 30 GW PLTS yang Bakal Dibangun Tahun Ini
kumparan · 19 Agustus 2026 pukul 17.20
Bahlil Bakal Tawarkan 7 PLTS ke Swasta, Danantara Ambil Alih Jika Tak Laku
Detik.com · 25 Agustus 2026 pukul 22.05
Presiden Prabowo Target PLTS 100 GWp Selesai Tiga Tahun, Investasi Rp1.140 T
JPNN.com · 25 Agustus 2026 pukul 22.01