Swasta Tak Mau Bangun PLTS 100 GW, Pemerintah Siapkan Danantara Ambil Alih
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Indonesia akan menawarkan proyek PLTS 100 GW kepada produsen listrik swasta (IPP) terlebih dahulu. Jika harga tidak kompetitif atau tidak ada investor yang berminat, proyek akan diambil alih oleh pemerintah melalui Danantara. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan skema ini bertujuan agar pembiayaan lebih efisien, efektif, dan terjangkau sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Total kebutuhan investasi program PLTS 100 GW diperkirakan mencapai 73 miliar dolar AS (lebih dari Rp1.140 triliun) dan akan dijalankan bertahap selama tiga tahun. Pada fase awal, kapasitas yang mulai dikerjakan mencapai 5,3 GW, dengan Bali mendapat kapasitas 1.000 MW plus baterai.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 25 Agustus 2026 pukul 16.54
Bahlil: Presiden Ketum Gerindra, Menteri Ketum Golkar, PLTS di 'Kandang Merah'
Media Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 16.11
Presiden Prabowo: Pimpinan Danantara Pantas Terima Bintang Kehormatan
Liputan6.com · 25 Agustus 2026 pukul 21.35
PLTS 100 GW Hemat APBN, Impor Solar Bakal Ditekan
Media Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 20.26
Investasi Tahap Awal PLTS 100 GWp Capai Rp135 Triliun
Berita terkait
Bahlil Mulai Tender 30 GW PLTS yang Bakal Dibangun Tahun Ini
kumparan · 19 Agustus 2026 pukul 17.20
Prabowo Luncurkan PLTS 100 GWp, Diawali 14 Pembangkit Berkapasitas 5,3 GWp
JPNN.com · 25 Agustus 2026 pukul 19.30
PLTS 100 GW Butuh Rp1.140 Triliun, Bahlil Klaim Bisa Buka 5,52 Juta Lapangan Kerja
VOI · 25 Agustus 2026 pukul 19.20
Presiden Prabowo Resmikan Program PLTS 1000 GWp Tahap Pertama di Jembrana, Bali
kumparan · 25 Agustus 2026 pukul 19.04