PLTS 100 GW Hemat APBN, Impor Solar Bakal Ditekan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9316149/original/025928800_1785915556-1000398548.jpg)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memperkenalkan program pembangunan PLTS 100 GWp yang diproyeksikan menghemat APBN dari subsidi solar serta menurunkan impor BBM. Program ini menggantikan 12,6 GW pembangkit listrik berbahan solar, mengurangi kebutuhan minyak sebesar 230.000-250.000 barel per hari. Dengan investasi US$73 miliar, PLTS 100 GWp diproyeksikan menciptakan 5,52 juta lapangan kerja dan mengurangi emisi 140 juta ton CO2 per tahun. Di Bali, PLTS 1.000 MWp dengan baterai penyimpanan akan menghemat konsumsi solar 0,6 juta kiloliter. Pemerintah akan memprioritaskan skema IPP dengan harga kompetitif dan menggunakan APBN bila diperlukan. Program Mandatori B50 oleh Pertamina diproyeksikan mengurangi impor solar 18 juta kiloliter pada 2026, setara 310 ribu barel per hari, sebagai langkah memperkuat ketahanan energi nasional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 25 Agustus 2026 pukul 22.01
Presiden Prabowo Target PLTS 100 GWp Selesai Tiga Tahun, Investasi Rp1.140 T
VOI · 25 Agustus 2026 pukul 20.30
Swasta Tak Mau Bangun PLTS 100 GW, Pemerintah Siapkan Danantara Ambil Alih
Media Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 20.26
Investasi Tahap Awal PLTS 100 GWp Capai Rp135 Triliun
JPNN.com · 25 Agustus 2026 pukul 19.30
Prabowo Luncurkan PLTS 100 GWp, Diawali 14 Pembangkit Berkapasitas 5,3 GWp
Berita terkait
PLTS 100 GW Percepat Listrik Masuk Desa
Liputan6.com · 25 Agustus 2026 pukul 21.53
Presiden Prabowo Resmikan Program PLTS 1000 GWp Tahap Pertama di Jembrana, Bali
kumparan · 25 Agustus 2026 pukul 19.04
Bahlil: Program PLTS 100 GWp Berpotensi Ciptakan 5,52 Juta Lapangan Kerja
Media Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 18.35
PLTS Gajah Mungkur Mulai Dibangun, Bisa Penuhi 37% Kebutuhan Listrik Wonogiri
Detik.com · 25 Agustus 2026 pukul 18.20