Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Media China Sorot Hubungan RI-Beijing, Kenapa?

Media China, melalui South China Morning Post (SCMP), menyoroti hubungan ekonomi Indonesia-China yang erat di sektor nikel, kendaraan listrik, manufaktur, dan keuangan. Kebijakan "resource nationalism" Indonesia, yang bertujuan meningkatkan nilai tambah dari sumber daya alam domestik, mulai menimbulkan tantangan bagi investor China. Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar dunia, dengan China sebagai mitra utama dalam pengembangan industri berbasis nikel, seperti melalui perusahaan Tsingshan Group. Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mendorong hilirisasi, termasuk target penggunaan 2 juta mobil listrik dan 12 juta motor listrik pada 2030. Investasi dari produsen China seperti BYD (pabrik senilai Rp11,2 triliun) dan Azure Corporation (fasilitas baterai senilai US$290 juta) meningkat. Di sektor keuangan, transaksi menggunakan mata uang lokal via local currency settlement naik menjadi US$13,19 miliar pada 2025 dari US$4,9 miliar pada 2024. Namun, pembatasan produksi nikel 2026 menjadi 260-270 juta ton (turun sekitar 30%) berdampak pada investor asing. Analisis menunjukkan hubungan ekonomi RI-China akan tetap erat, tetapi memerlukan adaptasi dari perusahaan China untuk menjadi mitra pengembang bersama. China tetap menjadi mitra dagang terbesar Indonesia selama 13 tahun berturut-turut dan sumber investasi asing utama.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait