MediaMIND 2026 Angkat Isu Tambang Berkelanjutan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

MediaMIND 2026 mengangkat isu pertambangan berkelanjutan dengan tema 'Dari Bumi untuk Kedaulatan Negeri'. PT Mineral Industri Indonesia (MIND ID) melalui Corporate Secretary Pia Utama menekankan bahwa industri pertambangan dapat dilakukan secara hijau dengan menerapkan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance). MIND ID mengadakan kompetisi jurnalistik untuk membuka ruang diskusi tentang kontribusi pertambangan terhadap perekonomian nasional sekaligus tanggung jawab lingkungan dan sosial.
PT Vale Indonesia Tbk, anggota MIND ID, menunjukkan komitmennya dengan mengembangkan teknologi high pressure acid leach (HPAL) untuk pengolahan nikel. Menurut Head of Strategy and Business Development Vale, Mateus Sigit Harisulistya, teknologi HPAL menghasilkan emisi lebih rendah dibandingkan sistem pirometalurgi, meskipun masih menghasilkan tailing dalam jumlah signifikan. Pengembangan fasilitas ini dilakukan dengan standar internasional mulai dari fase engineering hingga konstruksi.
Indonesia Battery Corporation (IBC) menilai penerapan ESG sebagai kebutuhan penting dalam pengembangan industri baterai. Direktur Utama IBC Aditya Farhan Arif menjelaskan bahwa keberlanjutan menjadi faktor kompetitif di pasar, terutama dengan menggunakan energi bersih seperti solar PV 18 MW di pabrik Karawang dan strategi daur ulang untuk mengurangi jejak karbon. IBC menerapkan pendekatan life cycle assessment untuk menilai total emisi dari hulu hingga hilir.
Bagikan
Berita terkait
Tangani Karhutla Mempawah, Bos Antam Langsung Pantau Pemadaman
Liputan6.com · 6 September 2026 pukul 20.19
Bos ANTAM Turun Langsung Tinjau Penanganan Kahutla di Mempawah
CNBC Indonesia · 6 September 2026 pukul 14.35
Harga Bijih Naik Dua Kali Lipat, Vale Dorong Revisi HPM Limonit
Warta Ekonomi · 14 September 2026 pukul 19.04
Bali Future Lab Alokasikan 0,5% Transaksi Aset Digital untuk Ekonomi Lokal
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 23.11