Memacu Perluasan Pasar Ekspor Produk Otomotif Lewat 25 Perjanjian Dagang Internasional
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Indonesia memanfaatkan 25 perjanjian dagang internasional, termasuk Free Trade Agreement (FTA) dan Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA), untuk memperluas akses pasar produk industri nasional, khususnya sektor otomotif. Menurut Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, perjanjian-perjanjian tersebut menjadi bagian dari strategi untuk memperkuat daya saing industri nasional dan membuka peluang ekspor ke pasar global. "Daya saing industri dibangun dari penguasaan teknologi, penguatan sumber daya manusia, dan ekosistem rantai pasok yang kokoh," katanya. Pemerintah juga telah menyelesaikan proses ratifikasi sejumlah perjanjian perdagangan untuk mempercepat implementasi dan memperluas akses pasar. Salah satu perjanjian yang sedang dalam proses adalah IEU-CEPA (Indonesia-EU Comprehensive Economic Partnership Agreement), yang dijadwalkan mulai diratifikasi pada November 2026 dengan target implementasi pada Januari 2027. Langkah ini dilakukan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah proyeksi pertumbuhan global 2027 yang diperkirakan berada di kisaran 3,2-3,3%. Di sektor otomotif, Indonesia memiliki posisi strategis dalam rantai nilai global, dengan industri yang tidak hanya melayani pasar domestik tetapi juga menjadi basis produksi untuk ekspor ke lebih dari 100 negara.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 20 September 2026 pukul 14.00
Masuk Rantai Pasok Global, Indonesia Lobi Raksasa Otomotif Jepang
Berita terkait
Sasar Pasar Global, Pemprov DKI Dukung Optimal UMKM di CIEIE 2026
CNN Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 11.45
Purbaya Mau Evaluasi Efek Kerja Sama Perdagangan Bebas ke Industri RI
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 20.54
Wamenperin: Indonesia Automotive Awards 2026 Jadi Ruang Besar Perkembangan Industri Otomotif
SINDOnews · 13 Agustus 2026 pukul 22.41
DPD GPEI Pacu Daya Saing Ekspor, Dorong Bali Jadi Pusat Perdagangan
JPNN.com · 6 Agustus 2026 pukul 21.40