Memahami Fakta Medis di Balik Kebiasaan Anak Suka Makan Ingus
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Anak suka makan ingus bukan sekadar fase penasaran, melainkan bisa berisiko kesehatan serius. Lendir hidung mengandung bakteri dan virus berbahaya seperti Staphylococcus aureus yang, jika dikonsumsi, dapat meningkatkan risiko infeksi saluran pencernaan dan pernapasan. Selain itu, kebiasaan mengupil berulang dapat menyebabkan mimisan, luka pada rongga hidung, hingga infeksi kulit akibat luka mikro di dalam hidung. Dalam kasus langka, perilaku ini bisa berkembang menjadi rhinotillexomania, yaitu kecenderungan kompulsif untuk mengupil dan memakan kotoran hidung.
Pencegahan yang disarankan oleh ahli medis termasuk menjaga kelembapan hidung anak dengan semprotan larutan garam fis fis (saline), terutama jika anak memiliki riwayat alergi. Aktivitas fisik positif dan rutinitas mencuci tangan yang baik juga dapat mengurangi insiden kebiasaan ini. Orang tua disarankan untuk tidak meremehkan kebiasaan ini dan segera berkonsultasi dengan dokter jika anak sering mengalami mimisan atau tanda-tanda infeksi.
Dengan pendekatan yang tepat, kebiasaan memakan ingus dapat diminimalisir sejak dini, sehingga tidak berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius.
Bagikan
Berita terkait
560 Juta Anak Kini Kena Panas Ekstrem Lebih Banyak daripada Generasi Sebelumnya
kumparan · 28 Agustus 2026 pukul 20.09
Bahaya Kabut Asap Karhutla bagi Anak dan Cara Melindunginya
Media Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 17.29
Jaga Kesehatan Anak di Tengah Karhutla, IDAI Beri Rekomendasi Penting
SINDOnews · 28 Agustus 2026 pukul 15.10
Waspada Infeksi Jantung pada Anak dan Risiko Komplikasi Gagal Jantung
Media Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 22.41