Jakarta · Sabtu, 29 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Memahami Fakta Medis di Balik Kebiasaan Anak Suka Makan Ingus

Anak suka makan ingus bukan sekadar fase penasaran, melainkan bisa berisiko kesehatan serius. Lendir hidung mengandung bakteri dan virus berbahaya seperti Staphylococcus aureus yang, jika dikonsumsi, dapat meningkatkan risiko infeksi saluran pencernaan dan pernapasan. Selain itu, kebiasaan mengupil berulang dapat menyebabkan mimisan, luka pada rongga hidung, hingga infeksi kulit akibat luka mikro di dalam hidung. Dalam kasus langka, perilaku ini bisa berkembang menjadi rhinotillexomania, yaitu kecenderungan kompulsif untuk mengupil dan memakan kotoran hidung.

Pencegahan yang disarankan oleh ahli medis termasuk menjaga kelembapan hidung anak dengan semprotan larutan garam fis fis (saline), terutama jika anak memiliki riwayat alergi. Aktivitas fisik positif dan rutinitas mencuci tangan yang baik juga dapat mengurangi insiden kebiasaan ini. Orang tua disarankan untuk tidak meremehkan kebiasaan ini dan segera berkonsultasi dengan dokter jika anak sering mengalami mimisan atau tanda-tanda infeksi.

Dengan pendekatan yang tepat, kebiasaan memakan ingus dapat diminimalisir sejak dini, sehingga tidak berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius.

Berita terkait