560 Juta Anak Kini Kena Panas Ekstrem Lebih Banyak daripada Generasi Sebelumnya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Studi dari Vrije Universiteit Brussel di jurnal Science Advance menemukan 560 juta anak usia 0-9 tahun di seluruh dunia terancam paparan panas ekstrem lebih banyak daripada generasi sebelumnya. Kondisi ini meningkatkan risiko gangguan termoregulasi, heatstroke, gagal ginjal, dan kerusakan paru. Anak-anak rentan karena metabolisme lebih tinggi, keringat lebih sedikit, dan kemiskinan serta kualitas hunian buruk yang menghambat adaptasi. Wilayah paling terdampak adalah Asia Tenggara (termasuk Indonesia), Asia Selatan, dan Afrika Barat. Dalam skenario kenaikan 1,5 derajat Celsius, 620 juta anak akan mengalami heat stress tambahan satu bulan per tahun, sementara 390 juta akan mengalami lima bulan. Jika suhu naik 2 derajat Celsius, angka ini naik menjadi 650 juta dan 420 juta masing-masing.
Bagikan
Berita terkait
Ahli Ungkap Alasan Kebakaran Hutan Makin Sulit Dipadamkan
CNN Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 19.20
Gelombang Panas Ekstrem Eropa 2026: 80 Juta Orang Terpapar Suhu di Atas 40 Derajat
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 15.04
Menteri Jumhur Berharap Negara Besar Ikut Bertanggung Jawab Pulihkan Lingkungan
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 07.31
Menteri Jumhur Harap Negara Besar Tanggung Jawab Pulihkan Lingkungan
CNN Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 06.14