Jakarta · Selasa, 6 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Menag Bicara Pengawasan di Pesantren hingga Sosok Sakral Jarang Tersentuh

Menteri Agama Nasaruddin Umar menanggapi maraknya persoalan di lingkungan pondok pesantren dengan menekankan pentingnya sistem pengawasan yang lebih terbuka. Menurutnya, sebelumnya pengawasan di pesantren hanya mengatur santri, namun kini harus mencakup seluruh pihak termasuk kiai dan pembina. Ia menyatakan bahwa sikap menutup, diam-diami, atau menganggap seseorang sebagai 'sakral' dalam pengawasan perlu dileburkan agar tidak ada yang dianggap tidak boleh disentuh kecuali Allah. Kemenag mendukung penuh agar seluruh unsur di pesantren masuk dalam sistem pengawasan yang ada.

Nasaruddin juga menyinggung hasil Indeks Integritas Pendidikan (IIP) 2026 yang menunjukkan masih adanya persoapan integritas di lingkungan pendidikan. Ia berharap data tersebut digunakan sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan tata kelola, bukan sekadar sebagai angka. Untuk pendidikan di bawah Kemenag, ia menyatakan akan mengintegrasikan nilai antikorupsi dalam pembelajaran, memperkuat pengendalian gratifikasi, serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran.

Dengan demikian, Kemenag berupaya menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih bertanggung jawab dan transparan, sekaligus mendorong masyarakat dan santri untuk tidak takut melaporkan pelanggaran apapun di pesantren.

Berita terkait