Menakar Kemandirian di Tengah Ketidakpastian Global
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto pada 14 Agustus 2026 menekankan pentingnya kemandirian Indonesia di tengah ketidakpastian global, termasuk konflik geopolitik, perang dagang, dan gangguan rantai pasok. Kemandirian tidak berarti menutup diri, tetapi memastikan negara dapat mempertahankan fungsi strategisnya. Tiga agenda utama dalam pidato adalah kemandirian energi, pembangunan kualitas manusia melalui gizi, dan kemandirian pangan.
Pemerintah berhasil mengurangi impor solar hingga Rp 170 triliun atau USD 9,5 miliar sejak Juli 2026 melalui program biodiesel B50 berbasis kelapa sawit. Namun, keberlanjutan lingkungan harus dijaga agar ekspansi perkebunan tidak mengorbankan hutan dan kawasan dengan cadangan karbon tinggi. Produktivitas kebun yang ada dan dukungan terhadap petani perlu ditingkatkan.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ditujukan untuk mengatasi stunting yang masih menyentuh 19,8% balita. MBG harus terintegrasi dengan pemeriksaan kehamilan, pencegahan anemia, dan penguatan Posyandu. Swasembada pangan pada delapan komoditas juga dicapai, tetapi keberhasilan harus dinilai dari kesejahteraan petani, bukan hanya produksi. Koperasi diusulkan sebagai off-taker untuk memperkuat posisi petani. Kebijakan besar harus diimbangi dengan evaluasi berdasarkan peningkatan kualitas hidup rakyat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 15 Agustus 2026 pukul 16.38
RAPBN 2027: Jaga ketahanan pangan, nyalakan kemandirian energi
Berita terkait
Prabowo dan Jalan Kebangkitan Indonesia
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 09.03
Dampak AI ke Lingkungan Ternyata Lebih Mengerikan dari Perkiraan
Liputan6.com · 18 Agustus 2026 pukul 08.05
Mentan Amran: Swasembada pangan dan ekspor beras kado HUT Ke-81 RI
ANTARA News · 17 Agustus 2026 pukul 18.10
Indonesia Berpeluang Jadi Produsen Biogas Sawit Terbesar Dunia
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 17.17