Sambangi Polda Metro Jaya, Kuasa Hukum Keluarga Sutrimo Minta SP2HP dan Pertanyakan Hasil Ekshumasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kuasa hukum keluarga Sutrimo, Aan Rohaeni, mendatangi Polda Metro Jaya pada 31 Agustus 2026 untuk meminta Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) terkait hasil ekshumasi makam Sutrimo di Pemahaman Bantaragung, Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Banyumas. Sutrimo adalah isteri kepala rumah tangga mantan Jampidsus Febrie Adriansyah yang ditemukan meninggal di Juli 2026. Keluarga mempertanyakan hasil ekshumasi dan mencari kejelasan soal ponsel milik almarhum yang belum ditemukan, meskipun diketahui meninggal dari ponselnya sendiri. Polda Metro Jaya masih menunggu hasil laboratorium forensik dan telah memeriksa 27 saksi dalam penyidikan kasus ini.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 31 Agustus 2026 pukul 15.23
Kematian Sutrimo Masih Misterius, Keluarga Ungkap Kejanggalan HP Hilang dan Saksi Kunci
Berita terkait
Polisi Periksa 27 Saksi di Kasus Sutrimo, Termasuk Pemandi Jenazah
CNN Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 16.35
Ekshumasi Sutrimo, Tim Dokter Tak Temukan Luka Benda Tajam-Tumpul
CNN Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 17.31
Ekshumasi Jenazah, Makam Sutrimo Dibongkar Aparat di Banyumas
CNN Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 10.31
Polisi Dalami Dugaan Pembunuhan Berencana di Kasus Kematian Sutrimo
CNN Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 14.17