Mendagri Bicara Wacana e-Voting Pemilu: Cepat, tapi Dikhawatirkan Ada Hacking
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyatakan adanya wacana penerapan e-voting dalam Pemilu yang akan dibahas bersama DPR, KPU, Bawaslu, DKPP, dan partai politik. E-voting sudah pernah diterapkan di Indonesia pada pemilihan desa skala kecil serta di India untuk pemilu nasional. KPU menyebut keuntungan e-voting meliputi perhitungan suara cepat dan biaya lebih murah, sementara Tito khawatir terhadap risiko hacking, gangguan sistem, serta potensi kecurangan akibat proses penghitungan yang tidak transparan. Penerapan e-voting untuk Pemilu masih dalam tahap wacana, pemerintah perlu mempelajari praktik negara yang telah menerapkannya.
Bagikan
Berita terkait
Bima Arya Wanti-Wanti soal e-Voting: Jangan Sampai Tukar Risiko Lama dengan Baru
Liputan6.com · 1 September 2026 pukul 11.35
Bawaslu Dapat Anggaran Rp 3,7 T di 2027, Minta Tambah Rp 772,74 M
kumparan · 31 Agustus 2026 pukul 19.43
Waketum Hanura Berharap Pembahasan RUU Pemilu Selesai Akhir 2026
JPNN.com · 4 September 2026 pukul 19.23
Bawaslu Ingatkan Risiko E-Voting, Soroti Pengalaman Jerman
JPNN.com · 4 September 2026 pukul 12.55