Menekraf: Perkuat Bisnis Kreatif Indonesia, Nusantara Rising Buka Akses Modal dan Pasar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ekonomi kreatif Indonesia dilirik sebagai pendorong pertumbuhan baru lewat budaya, talenta, dan kreativitas. Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyatakan industri kreatif harus tidak hanya menghasilkan karya berkualitas, tetapi juga mengembangkannya menjadi bisnis yang mampu menembus pasar global. Tujuannya agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi konten global, tetapi menjadi content powerhouse yang menonjolkan budaya, karakter, dan cerita lokal melalui musik, film, animasi, dan gim.
Peluncuran gerakan "Nusantara Rising: Indonesia Collective Soft Power Movement" oleh KADIN Indonesia dalam IdeaFest 2026 di Jakarta menjadi aksi nyata penguatan ekosistem. Gerakan ini bertujuan menjembatani akses pembiayaan, teknologi, pengembangan IP, dan perluasan pasar bagi pelaku ekonomi kreatif yang sudah memiliki karya dan model bisnis, tetapi membutuhkan dukungan untuk scale up.
Dukungan ini selaras dengan Rindekraf 2026–2045 dan RPJMN 2025–2029, melibatkan 26 kementerian/lembaga untuk memperkuat ekosistem nasional. Tujuannya mendorong investasi, ekspor, lapangan kerja, dan pertumbuhan PDB melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, investor, dan kreator.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 4 September 2026 pukul 20.18
IdeaFest 2026 Usung Tema Re:Humanize, Soroti Peran Manusia di Era AI
Berita terkait
Fadli Zon Bidik Budaya Jadi Mesin Ekonomi dan Soft Power Indonesia
VOI · 4 September 2026 pukul 22.30
Kadin Dukung Zero ODOL 2027, tapi Minta Insentif
Liputan6.com · 3 September 2026 pukul 20.50
Zero ODOL mulai 2027, Kadin Minta Ada Roadmap Implementasi yang Jelas
JawaPos · 3 September 2026 pukul 19.45
Kuliner Maluku Utara Laris di Tjipta UMKM Fair, Booth 2 Kali Disambangi Wamen
Detik.com · 3 September 2026 pukul 19.29