Mengapa Astronot Sulit BAB di Luar Angkasa? Ilmuwan Temukan Jawabannya!
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Para astronot di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) sering mengalami sembelit akibat kondisi mikrogravitasi yang melambatkan pergerakan makanan di usus. Penelitian analisis 52 sampel darah astronot selama misi 2006-2018 mengungkapkan perubahan pada sekitar 40 senyawa metabolit, termasuk peningkatan fermentasi protein oleh bakteri usus. Fenomena ini muncul setelah tiba di luar angkasa dan mereda beberapa hari setelah kembali ke Bumi.
Tim ilmuwan dari Universitas Kopenhagen dan NASA menggunakan teknik metabolomik untuk mengukur molekul kecil dalam darah. Hasilnya menunjukkan bahwa dalam mikrogravitasi, bakteri usus beralih memecah protein ketimbang karbohidrat karena pasokan serat menipis. Fermentasi protein berlebih menghasilkan senyawa berbahaya seperti amonia dan hidrogen sulfida yang berpotensi memengaruhi kesehatan.
Peneliti menyarankan peningkatan asupan karbohidrat terfermentasi perlahan, seperti penambahan serat pada makanan, untuk menjaga keseimbangan bakteri usus. Strategi ini penting untuk misi jangka panjang ke Bulan dan Mars serta memberikan wawasan baru untuk penanganan pencernaan di Bumi.
Bagikan
Berita terkait
Tips Merawat Rambut Keriting di Luar Angkasa ala Astronot NASA Jessica Meir
Media Indonesia · 14 September 2026 pukul 10.45
Derita Astronaut Susah Buang Air Besar, Ahli Cari Jalan Keluarnya
CNBC Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 20.20
Ternyata Astronaut Sering Sembelit di Luar Angkasa, Ini Alasannya
CNN Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 17.20
Cuka Sari Apel Vs Air Lemon: Mana yang Lebih Sehat untuk Tubuh?
SINDOnews · 1 Oktober 2026 pukul 15.05