Mengapa Kita Mudah Bermusuhan?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Artikel ini menjelaskan mengapa manusia dengan mudah bermusuhan dengan mengacu pada teori psikologi sosial. Henri Tajfel dan John Turner menjelaskan melalui teori identitas sosial bahwa manusia mengenali diri melalui keanggotaan kelompok seperti kebangsaan, agama, atau komunitas. Ketika kategori "kami" terbentuk, kategori "mereka" pun ikut muncul, sehingga kecenderungan untuk menguntungkan kelompok sendiri muncul meski berdasarkan pembagian yang sewenang-wenang. Eksperimen kelompok-minimal Tajfel membuktikan hal ini. Selain itu, Muzafer Sherif melalui eksperimen Robbers Cave menunjukkan bahwa kompetisi atas sumber daya terbatas dan persepsi ancaman dapat memicu stereotip dan permusuhan. Konflik publik seringkali bukan sekadar perbedaan pendapat, tetapi juga kompetisi untuk status, akses, dan pengakuan. Ketika kritik terhadap kelompok dialami sebagai serangan pribadi, orang cenderung bereaksi defensif dan menggunakan bias konfirmasi untuk membenarkan sikap mereka. Identitas kelompok yang rapuh dan butuh pengakuan eksternal justru lebih peka terhadap kritik, sehingga semakin mudah beralih menjadi musuh.
Bagikan
Berita terkait
Makin Gila! Israel Susun Rencana Usir Paksa Warga Palestina dari Gaza
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 06.46
Makin Gila! Israel Susun Rencana Usir Paksa Seluruh Warga Palestina dari Gaza
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 06.46
Wapres AS Sebut Konflik dengan Iran Bukan Perang
Detik.com · 4 September 2026 pukul 05.30
Houthi Serang Distrik Berpenduduk di Pesisir Barat Yaman
Media Indonesia · 3 September 2026 pukul 19.39