Wapres AS Sebut Konflik dengan Iran Bukan Perang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan bahwa konflik dengan Iran tidak dapat dikategorikan sebagai perang, meskipun bentrokan telah berlangsung selama enam bulan sejak dimulainya pada 28 Februari 2026. Dalam pengarahan di Gedung Putih, Vance menegaskan tidak ada aksi tembak-menembak aktif saat ini dan operasi tempur besar hanya berlangsung selama enam minggu setelah konflik dimulai. Ia menambahkan bahwa AS tidak akan membuka kembali pembicaraan dengan Iran hingga negara tersebut menghentikan serangan terhadap kapal komersial. Namun, Iran tetap memegang kendali atas Selat Hormuz yang strategis, yang menjadi sumber ketegangan berkelanjutan. Bentrokan baru kembali terjadi beberapa minggu setelah periode tenang, akibat serangan AS pada hari Minggu yang memperparah kebuntuan dalam konflik enam bulan ini. Dengan risiko kenaikan harga bahan bakar yang dapat mempengaruhi elektoral Partai Republik, pemerintah Trump mulai menyebarkan pesan bahwa arus minyak di Selat Hormuz telah kembali ke tingkat sebelum konflik. Vance menegaskan bahwa AS tidak akan kembali bernegosiasi dengan Iran sampai serangan terhadap kapal komersial dihentikan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 2 September 2026 pukul 07.05
AS Lancarkan Serangan Terhadap Target IRGC Iran
Liputan6.com · 4 September 2026 pukul 07.56
Harga Minyak Turun Setelah Iran Serang Kuwait
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 20.57
Bukan Luluh, Iran Justru Pasang Ranjau Baru di Selat Hormuz Sebabkan 400 Kapal Tak Bisa Keluar
SINDOnews · 3 September 2026 pukul 17.29
Iran Sita Tongkang karena Selundupkan 382.000 Liter Solar
Berita terkait
Iran Cemooh Usulan Trump Ganti Nama Selat Hormuz Jadi 'Selat Trump'
Detik.com · 3 September 2026 pukul 17.39
Iran Klaim Ranjau Laut Baru Telah Ditebar di Selat Hormuz
Detik.com · 3 September 2026 pukul 16.28
Trump Sebut Selat Hormuz Terbuka, AS Klaim Pegang Kendali dan Blokade Iran
Warta Ekonomi · 28 Agustus 2026 pukul 16.25
Harga Minyak Dunia Anjlok 2 Persen ke US$86,80 per Barel
CNN Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 10.18