Jakarta · Jumat, 11 September 2026Cari
WargaKonoha

Mengenal PM2.5: Ancaman tak Kasat Mata di Balik Kabut Asap Karhutla

PM2.5 adalah partikel udara halus dengan ukuran tidak lebih dari 2,5 mikrometer, sekitar 30 kali lebih kecil dari lebar rambut manusia. Partikel ini terbentuk dari pembakaran tidak sempurna material organik seperti kayu, gambut, dan serasah hutan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Karena ukurannya yang sangat kecil, PM2.5 tidak dapat dilihat dengan mata telanjang dan mudah masuk ke dalam paru-paru manusia, bahkan dapat menempuh jarak ratusan hingga ribuan kilometer dari titik pembakaran.

Paparan PM2.5 dalam jangka pendek maupun jangka panjang dapat memicu berbagai masalah kesehatan serius, termasuk infeksi saluran napas atas (ISPA), penyakit jantung, hingga kanker paru. Kualitas udara dinyatakan "Tidak Sehat" jika konsentrasi PM2.5 melampaui ambang batas yang ditetapkan oleh otoritas lingkungan seperti BMKG atau KLHK. Masyarakat disarankan untuk selalu memantau Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di wilayahnya.

Beberapa kejadian karhutla terkini meliputi kebakaran di Taman Nasional Gunung Ciremai yang menghanguskan sekitar 40 hektar lahan, serta 237 titik panas terdeteksi di Bangka Belitung dengan lahan terbakar mencapai 500 hektar. BNPB juga mengerahkan 15.091 personel dan 520.000 liter air untuk menangani karhutla di Kalimantan Barat. Indonesia juga berkoordinasi dengan negara-negara ASEAN yang terdampak kabut asap ini.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait