Mengenal PM2.5: Ancaman tak Kasat Mata di Balik Kabut Asap Karhutla
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PM2.5 adalah partikel udara halus dengan ukuran tidak lebih dari 2,5 mikrometer, sekitar 30 kali lebih kecil dari lebar rambut manusia. Partikel ini terbentuk dari pembakaran tidak sempurna material organik seperti kayu, gambut, dan serasah hutan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Karena ukurannya yang sangat kecil, PM2.5 tidak dapat dilihat dengan mata telanjang dan mudah masuk ke dalam paru-paru manusia, bahkan dapat menempuh jarak ratusan hingga ribuan kilometer dari titik pembakaran.
Paparan PM2.5 dalam jangka pendek maupun jangka panjang dapat memicu berbagai masalah kesehatan serius, termasuk infeksi saluran napas atas (ISPA), penyakit jantung, hingga kanker paru. Kualitas udara dinyatakan "Tidak Sehat" jika konsentrasi PM2.5 melampaui ambang batas yang ditetapkan oleh otoritas lingkungan seperti BMKG atau KLHK. Masyarakat disarankan untuk selalu memantau Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di wilayahnya.
Beberapa kejadian karhutla terkini meliputi kebakaran di Taman Nasional Gunung Ciremai yang menghanguskan sekitar 40 hektar lahan, serta 237 titik panas terdeteksi di Bangka Belitung dengan lahan terbakar mencapai 500 hektar. BNPB juga mengerahkan 15.091 personel dan 520.000 liter air untuk menangani karhutla di Kalimantan Barat. Indonesia juga berkoordinasi dengan negara-negara ASEAN yang terdampak kabut asap ini.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 10 September 2026 pukul 19.51
Kemenkes Catat 113.336 Kasus ISPA Imbas Karhutla
CNN Indonesia · 11 September 2026 pukul 00.01
Gibran Minta RS Siap Tangani Korban Karhutla di Banjarbaru
VOI · 10 September 2026 pukul 23.15
Wakil Presiden Tekankan Kesiapan Rumah Sakit Bagi Warga Terdampak Kebakaran Hutan
JPNN.com · 10 September 2026 pukul 22.22
Wapres Gibran Minta Polisi Lebih Tegas Tangkap dan Proses Pelaku Karhutla
Berita terkait
Jangan Lengah dalam Menghadapi Kabut Asap Karhutla, Ini Langkah Mitigasinya
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 22.35
Kemenkes Catat 113 Ribu Kasus ISPA Akibat Karhutla di 7 Provinsi
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 20.41
PDPI Peringatkan Bahaya Asap Partikel Halus PM2.5 Picu Radang Paru
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 16.00
Pakar Ungkap Bahaya Partikel Mikro dari Karhutla yang Mengganggu Paru-Paru
JPNN.com · 5 September 2026 pukul 21.49