Mengkritik Kabinet Bayangan, Barisan Pembaharuan 08: Jangan Bangun Narasi yang Mengganggu Stabilitas Nasional
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ketua Umum Barisan Pembaharuan 08, Syafrudin Budiman, mengkritik gagasan kabinet bayangan yang dibentuk oposisi. Ia menilai dalam sistem presidensial Indonesia, kritik merupakan bagian demokrasi, namun tidak seharusnya berkembang menjadi narasi yang mengganggu stabilitas nasional dan kepercayaan publik terhadap perekonomian.
Syafrudin menegaskan pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka fokus menjalankan agenda Asta Cita, dengan program strategis seperti penguatan ketahanan pangan, hilirisasi industri, reformasi birokrasi, pemberantasan korupsi, pembangunan infrastruktur, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ia menambahkan energi bangsa harus diarahkan untuk mendukung pembangunan nasional, bukan membangun polemik politik yang menurunkan optimisme.
Menurut data, indikator ekonomi Indonesia tetap terjaga: pertumbuhan ekonomi positif, inflasi terkendali, investasi mengalir, dan lembaga internasional memberikan prospek stabil. Jika kabinet bayangan hanya menyajikan narasi pesimistis tanpa solusi konkret, hal itu berpotensi menciptakan persepsi negatif di masyarakat dan dunia usaha.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 17.54
Prabowo: Semua Negara yang Gagal, Elitenya Ribut Terus
Liputan6.com · 30 Juli 2026 pukul 20.17
Istana: Kami Kerja Bukan untuk Survei
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 18.05
PMI Manufaktur RI Lompat Tembus Level 50, Kadin Ingatkan Masalah Ini
Liputan6.com · 3 Agustus 2026 pukul 18.00
Permintaan Investasi Emas Indonesia Melonjak 40%, Terkuat di Dunia
Berita terkait
Prabowo: Pertumbuhan ekonomi-investasi bukan tujuan akhir pembangunan
ANTARA News · 14 Agustus 2026 pukul 11.05
Ketua DPD Apresiasi Transformasi Ekonomi Prabowo: Bak Cabut Duri Dalam Daging
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 10.04
Menilik Koperasi Awards 2026, Ini Detail Gelaran Tahun Ini
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 13.03
Refleksi HUT ke-81 RI: Kelas Menengah Jungkir Balik Pikul Beban Berat
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 11.17