Menhut Libatkan Masyarakat Demi Kelola Habitat Gajah Sumatra
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menekankan pentingnya melibatkan masyarakat dalam mengelola habitat dan melestarikan gajah Sumatera di Lanskap Bukit Tigapuluh, Jambi. Menurutnya, solusi yang dicari harus dapat mengakomodasi kepentingan konservasi sekaligus kehidupan masyarakat, agar tidak terjadi pertentangan antara kepentingan gajah dan manusia. "Kita harus hidup berdampingan dengan alam," katanya. Dalam upaya ini, Kementerian Kehutanan melakukan pengayaan pakan gajah yang ditanam langsung oleh masyarakat, seperti tebu, pisang, nanas, dan rumput, di lahan seluas 2,8 hektare di Pusat Informasi Konservasi Gajah (PIKG) Jambi, Desa Muara Sekalo, Kabupaten Tebo. Kegiatan ini juga didampingi oleh Gubernur Jambi Al Haris. Selain itu, Menhut membuka peluang pemanfaatan skema Perhutanan Sosial untuk memberikan kepastian hukum bagi masyarakat sekaligus mendorong pengelolaan kawasan yang produktif dan berkelanjutan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 29 September 2026 pukul 10.00
Lindungi Gajah Sumatera, Menhut Tambah GPS Collar di Bukit Tigapuluh Jambi
CNN Indonesia · 29 September 2026 pukul 01.30
Hotspot Karhutla Jambi Tinggal 5 Titik, Peran Warga Disebut Jadi Kunci
ANTARA News · 29 September 2026 pukul 14.21
Kemenhut umumkan kelahiran anak gajah baru di TN Tesso Nilo
Berita terkait
Kemenhut Libatkan Masyarakat Untuk Perkuat Koridor Gajah Sumatra di Bukit Tigapuluh
JPNN.com · 30 September 2026 pukul 02.26
Foto: Di Tengah Karhutla Padang Sugihan, Gajah Sumatera Tetap Bertahan
kumparan · 11 September 2026 pukul 03.30
Anak Gajah Sumatera Lahir Tepat 17 Agustus, Jadi Kado Kemerdekaan
JawaPos · 18 Agustus 2026 pukul 15.15
Menhut Raja Juli: SRAK Harus Jadi Pedoman yang Dijalankan, Bukan Sekadar Dokumen
JPNN.com · 14 Agustus 2026 pukul 19.46