Menkeu Tekankan Disiplin Anggaran dan Pantau Program Strategis Nasional di Jabar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meninjau kedisiplinan pengelolaan anggaran dan pelaksanaan program strategis nasional di Jawa Barat. Dalam kunjungan ke Kanwil DJPb Provinsi Jabar, ia menekankan pentingnya perencanaan belanja pegawai yang tepat untuk menghindari pagu minus di akhir tahun. Purbaya juga menegaskan bahwa pergeseran anggaran untuk menutup kekurangan belanja pegawai tidak boleh mengorbankan program yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat, kecuali dalam kondisi mendesak.
Menkeu memantau tiga program strategis nasional di Jabar: Sekolah Rakyat, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). Untuk Sekolah Rakyat, dari total 26 sekolah, 22 telah survei dengan fasilitas lengkap termasuk smartboard dan laptop untuk setiap siswa. Di Jabar terdapat 5.970 KDKMP dengan target survei 147 unit, dan 6.794 SPPG dengan target survei 199 unit. Realisasi survei mencapai 22 KDKMP dan 275 SPPG.
Purbaya menilai program Sekolah Rakyat memiliki keunggulan namun masih kurang promosi, sehingga meminta pemerintah daerah meningkatkan komunikasi. Untuk SPPG, kapasitas porsi makanan berkisar 1.600 hingga 2.800, dengan penerima manfaat dari PAUD hingga SMA, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Kualitas makanan dinilai baik. Menkeu meminta Ditjen Perbendaharaan menyusun indeks penilaian SPPG dengan skala 1-5 untuk mengukur kinerja antardaerah secara nasional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 24 Agustus 2026 pukul 21.16
Menkeu Purbaya tinjau disiplin anggaran dan program strategis di Jabar
Berita terkait
Purbaya: Dana Rp44 Miliar untuk Bencana NTT Sudah Ditransfer Sejak Awal Agustus
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 22.09
Bukan Rp480 Triliun, Purbaya Pastikan Anggaran MBG 2027 Cuma Rp240 Triliun
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 22.00
Menkeu Purbaya Siapkan Rp31 Triliun untuk Pengalihan PPPK ke Pusat
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 12.53
Dedi Mulyadi Sindir Sosok Feodalistik: Penjajah Emang Kejam, Tapi Sikap Menjajah Bangsa Sendiri...
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 02.40