Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Menko Pangan Tegaskan MBG Diprioritaskan untuk Ibu Hamil, Balita, & Daerah 3T

Pemerintah menajamkan sasaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memprioritaskan ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Keputusan ini diambil dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri sebagai evaluasi pelaksanaan program. Menko Pangan Zulkifli Hasan menegaskan MBG harus hadir lebih dulu bagi kelompok yang paling membutuhkan agar anggaran negara memberi manfaat maksimal.

Pemerintah mencatat sekitar 11,15 juta ibu hamil, ibu menyusui, dan balita belum menerima manfaat MBG. Untuk memperluas jangkauan, operasional 352 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah 3T dipercepat, tersebar di delapan provinsi dengan prevalensi stunting tertinggi, dan ditargetkan selesai pekan ini, termasuk Papua, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku. Pemerintah juga menyiapkan skema indeks kemahalan bahan baku dan insentif sewa SPPG.

Hasil validasi data menemukan koreksi terhadap 4.864.467 data siswa dan 845.660 data guru yang terhitung ganda. Sebanyak 740 sekolah dengan mayoritas siswa dari keluarga mampu direkomendasikan tidak lagi menjadi prioritas. Standar keamanan pangan diperketat: seluruh SPPG wajib memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Saat ini 8.185 SPPG belum memenuhi ketentuan dan akan ditutup permanen jika tidak patuh. Pesantren dengan santri di atas 1.000 boleh membangun dapur sendiri dengan syarat SLHS, sedangkan di bawah 1.000 dilayani melalui SPPG.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait