Menko PMK Pratikno Bantah Sakit dan Mundur dari Kabinet Presiden Prabowo
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno membantah kabar sakit dan pengunduran dirinya dari Kabinet Presiden Prabowo. Ia menjelaskan sedang bertugas melakukan percepatan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur, bukan karena sakit. Pratikno mengaku berangkat ke lokasi kebakaran pada pukul 06.30 WIB dan melakukan blusukan dengan mobil jip untuk mendekati titik kebakaran. Ia menyampaikan terdapat 36 titik kebakaran di Bromo, dengan puncaknya terjadi pada pekan lalu. Untuk antisipasi agar kebakaran tidak merambat, pihaknya melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), namun operasi ini sementara tidak dapat dijalankan karena tidak adanya awan. Pratikno menambahkan perkiraan empat hari ke depan akan ada awan untuk mendukung OMC. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi juga membantah kabar pengunduran diri Pratikno, menegaskan bahwa Pratikno dalam kondisi sehat dan sedang melakukan koordinasi pemadaman hutan di Bromo. Prasetyo menyatakan belum mendengar informasi mengenai sakitnya atau pengunduran diri Pratikno.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 12 Agustus 2026 pukul 05.21
Kebakaran di Bromo Belum Padam, 2 Titik Api Tersisa di Tebing Curam
JPNN.com · 11 Agustus 2026 pukul 23.16
Diisukan Sakit dan Mundur dari Jabatan, Pratikno Jawab Begini
CNN Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 17.48
Pratikno Bantah Isu Mundur dari Menko PMK
SINDOnews · 11 Agustus 2026 pukul 17.43
Pratikno Sangkal Kabar Mundur dari Kursi Menko PMK karena Sakit: Lagi Bertugas Kok
Berita terkait
Tim Gabungan Fokus Pembasahan 8 Titik Panas di Kawasan Bromo
VOI · 14 Agustus 2026 pukul 17.33
Kemenhut Optimalkan OMC Demi Cegah Karhutla, Prioritas di Kalteng dan Kalbar
JPNN.com · 14 Agustus 2026 pukul 14.36
RI Siaga Darurat Kebakaran! Awan Hujan Tipis-Asap Mulai Menyeberang
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 14.20
BNPB siagakan operasi darat dan OMC di 6 provinsi rawan karhutla
ANTARA News · 10 Agustus 2026 pukul 19.24