Sebut Modifikasi Cuaca di Wilayah Karhutla Sulit, BMKG Lakukan Strategi Lain
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kepala BMKG Prof. Teuku Faisal Fathani menyatakan operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Sulit dilaksanakan saat ini karena potensi awan konvektif yang rendah di puncak musim kemarau. Akibat kondisi tersebut, OMC bersifat sangat situasional dan tidak dapat dilakukan secara rutin. Untuk mengatasi keterbatasan ini, BMKG bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Kehutanan telah menyiagakan enam provinsi prioritas dengan pesawat yang dapat digunakan tidak hanya untuk OMC, tetapi juga untuk patroli udara guna memantau potensi karhutla. Pesawat-pesawat tersebut dapat segera dialihkan kembali untuk operasi modifikasi cuaca jika ditemukan kondisi awan yang mendukung.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 23 September 2026 pukul 17.49
Kepala BNPB Lapor Prabowo 209,78 Hektare Lahan Masih Terbakar
CNN Indonesia · 23 September 2026 pukul 17.40
Apakah Air Hujan Buatan Hasil Modifikasi Cuaca Berbahaya? Ini Faktanya
Liputan6.com · 25 September 2026 pukul 23.39
Kepala BNPB Jelaskan Maksud 'Normal' di Tengah Kabut Asap
SINDOnews · 25 September 2026 pukul 22.20
Pernyataan Kehidupan Masyarakat Normal di Tengah Karhutla Kalimantan Jadi Sorotan, Ini Penjelasan Kepala BNPB
Berita terkait
Operasi Modifikasi Cuaca Berhasil Datangkan Hujan di Kalteng dan Kalbar
JPNN.com · 6 September 2026 pukul 09.17
24,6 Ton Garam Ditebar di Langit Kalbar untuk Padamkan Karhutla
SINDOnews · 5 September 2026 pukul 17.11
Masih Ada Hotspot Karhutla di 6 Provinsi, BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca
Detik.com · 29 Agustus 2026 pukul 08.55
BNPB Ungkap Potensi Hujan Ringan di Kalbar 21-27 Agustus
kumparan · 22 Agustus 2026 pukul 13.37