Menko PMK Soroti Bahaya GGL untuk Tingkatkan Masa Hidup Sehat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menko PMK Pratikno menyoroti bahaya gula, garam, dan lemak (GGL) pada makanan olahan untuk meningkatkan Healthy Active Life Expectancy (HALE) masyarakat Indonesia. Ia meminta pengawasan ketat APBN dan koordinasi dengan BPOM untuk memastikan keamanan produk serta meningkatkan masa hidup sehat. BPOM menjelaskan mandat pengawasannya mencakup pre-market hingga post-market, dengan standar regulasi sejajar 10 regulator terbaik dunia. Data BPS proyeksikan usia harapan hidup Indonesia 2025 mencapai 77,1 tahun dengan morbiditas turun 12,66%, namun 20% pengeluaran bulanan untuk makanan jadi dan 47,18% untuk obat tanpa resep dokter menuntut pengawasan ketat. Kompilasi data menunjukkan 9 dari 10 produk makanan kemasan mengandung GGL berlebih, sehingga KOMISI IX DPR serta Kemenkes menerapkan label peringatan dan Nutri-Level untuk mengontrol konsumsi GGL.
Bagikan
Berita terkait
BPOM Tetapkan Batas Migrasi BPA 0,05 mg/kg, Industri Diberi Waktu hingga 2031
SINDOnews · 14 September 2026 pukul 22.00
Regulasi BPA Diperketat, Industri Galon Guna Ulang Minta Waktu hingga 2031
JPNN.com · 14 September 2026 pukul 20.45
Berobat Umum Turun Jadi 78,43 Persen
Media Indonesia · 14 September 2026 pukul 19.59
BPOM Awasi 4,3 Juta Pelaku Usaha dengan Pendapatan Rp8.000 Triliun
Media Indonesia · 14 September 2026 pukul 18.35