Jakarta · Rabu, 2 September 2026Cari
WargaKonoha

BNPT Catat 620 Anak Terpapar Kekerasan-Radikalisasi Lewat Medsos Sampai Podcast

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mencatat 620 anak terpapar paham kekerasan dan radikalisasi melalui ruang digital sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Anak-anak dalam rentang usia 11 hingga 18 tahun tersebar di 34 provinsi, dengan paparan terutama melalui media sosial, podcast, dan forum digital. Menurut Kepala BNPT Eddy Hartono, paparan ini terjadi ketika anak bergabung dalam komunitas atau ekosistem digital yang membahas peristiwa kejahatan nyata. BNPT tidak langsung melabeli anak sebagai teroris, melainkan menggunakan pendekatan risk-based behavior assessment untuk menilai risiko perubahan perilaku. Intervensi dilakukan ketika anak mulai mengagungkan atau menormalisasi kekerasan. Seluruh 620 anak yang teridentifikasi telah menjalani intervensi oleh aparat penegak hukum. BNPT berkomitmen menggunakan pendekatan rehabilitasi, bukan penegakan hukum, untuk penanganan kasus ini. Penguatan peran sekolah, pendidik, dan tenaga kependidikan dianggap penting untuk mencegah akses anak ke ekstremisme berbasis kekerasan yang berpotensi berkembang menjadi terorisme. Hasil penelitian BNPT juga mengungkapkan bahwa internet menjadi media paling efektif untuk propaganda, rekrutmen, dan pendanaan terorisme.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait