Menperin beri tiga arahan demi perkuat ekosistem startup RI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memberikan tiga arahan untuk memperkuat ekosistem startup Indonesia. Pertama, menjadikan industri nasional sebagai pasar utama startup dengan mengidentifikasi permasalahan industri yang bisa diselesaikan lewat teknologi. Kedua, meningkatkan kualitas dan kelayakan investasi startup, bukan hanya mengejar jumlah. Ketiga, menguasai teknologi kunci dan menyatukan ekosistem startup yang masih tersebar agar kerja sama teknologi global menghasilkan manfaat terukur. Indonesia memiliki 3.100 startup aktif, jumlah terbanyak keenam di dunia, namun ekosistemnya masih berada di peringkat ke-45 dunia dalam Global Startup Ecosystem Index 2026. Pendanaan startup nasional turun 49 persen menjadi 355 juta dolar AS pada 2025 dari 695 juta dolar AS di 2024. Agus menekankan bahwa tantangan utama bukan jumlah startup, melainkan kemampuan mereka untuk bertahan, tumbuh, dan menyelesaikan persoalan konkret industri. Ia menyoroti bahwa 4,43 juta unit usaha IKM membutuhkan solusi teknologi untuk efisiensi produksi, pengendalian mutu, dan manajemen rantai pasok, sehingga startup memiliki peran strategis sebagai penyedia solusi teknologi bagi industri nasional.
Bagikan
Berita terkait
Lima Startup AI Terpilih di GVV Batch 9, Bidik Solusi untuk Berbagai Sektor
Media Indonesia · 8 September 2026 pukul 20.43
Pemerintah Ketok Insentif Motor Listrik, Industri Masih Tunggu Kepastian
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 10.40
Raflux Raih Pendanaan US$300 Ribu, Siapkan Vault Kolektor di BSD City
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 11.20
Lembah Kematian Riset: Mengapa Inovasi Indonesia Sulit Masuk Pasar?
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 15.15