Menteri Jumhur Sayangkan Negara Besar Mundur dari Tanggung Jawab Kolektif Pulihkan Lingkungan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menyampaikan kekecewaannya terhadap keputusan sebuah negara majo besar untuk mundur dari komitmen kolektif dalam mengatasi polusi dan perubahan iklim, meskipun aktivitas ekonominya masih menyumbangkan emisi global yang signifikan. Pernyataannya disampaikan dalam pertemuan menteri lingkungan negara-negara anggota BRICS di New Delhi, India, yang dihadiri oleh delegasi 10 dari 11 negara anggota. Jumhur menekankan bahwa partisipasi BRICS dapat memperluaskan tata kelola lingkungan yang lebih representatif dan memberi ruang bagi kearifan lokal dalam menghadapi tantangan lingkungan yang semakin kompleks. Menurutnya, cara pengelolaan sumber daya alam, penataan lanskap, pencegahan degradasi, dan pembangunan ketahanan akan menentukan keberlanjutan pembangunan jangka panjang.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 16.38
Indonesia Bawa Praktik Pengelolaan Lingkungan Berbasis Masyarakat ke Forum BRICS
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 00.33
Jumhur Dorong Kearifan Lokal Jadi Solusi Krisis Iklim di BRICS
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 22.18
Di Forum Anggota BRICS, Menteri LH Tegaskan Isu Iklim Bukan Agenda Pinggiran
Berita terkait
Belajar dari Spanyol, Bekas Tambang Raksasa Disulap Jadi Danau
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 17.45
Peningkatan Karhutla, Dampak Iklim atau Ulah Manusia?
Detik.com · 13 Agustus 2026 pukul 14.44
Suarakan 4 Poin Utama di India, Ini Sikap Tegas RI di BRICS
Liputan6.com · 9 Agustus 2026 pukul 14.35
Mendag ajak BRICS perkuat kolaborasi hadapi ketidakpastian global
ANTARA News · 8 Agustus 2026 pukul 10.41