Menteri Jumhur Sayangkan Negara Besar Mundur dari Tanggung Jawab Kolektif Pulihkan Lingkungan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menyampaikan kekecewaannya terhadap keputusan sebuah negara majo besar untuk mundur dari komitmen kolektif dalam mengatasi polusi dan perubahan iklim, meskipun aktivitas ekonominya masih menyumbangkan emisi global yang signifikan. Pernyataannya disampaikan dalam pertemuan menteri lingkungan negara-negara anggota BRICS di New Delhi, India, yang dihadiri oleh delegasi 10 dari 11 negara anggota. Jumhur menekankan bahwa partisipasi BRICS dapat memperluaskan tata kelola lingkungan yang lebih representatif dan memberi ruang bagi kearifan lokal dalam menghadapi tantangan lingkungan yang semakin kompleks. Menurutnya, cara pengelolaan sumber daya alam, penataan lanskap, pencegahan degradasi, dan pembangunan ketahanan akan menentukan keberlanjutan pembangunan jangka panjang.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 11.32
Jumhur: Negara Besar Tak Boleh Mundur dari Tanggung Jawab Lingkungan
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 13.05
Menteri Jumhur Desak Negara Besar Ikut Tanggung Jawab Soal Lingkungan
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 07.31
Menteri Jumhur Berharap Negara Besar Ikut Bertanggung Jawab Pulihkan Lingkungan
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 16.38
Indonesia Bawa Praktik Pengelolaan Lingkungan Berbasis Masyarakat ke Forum BRICS
Berita terkait
Climate Summit PBB, Menteri LH Beberkan Langkah Pengendalian Iklim
Liputan6.com · 25 September 2026 pukul 07.33
Studi: Cuaca Makin Panas, Pendapatan UMKM Indonesia Merosot
CNN Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 08.30
FOTO: Evolution Forum Bahas Masa Depan Transportasi Hijau
CNN Indonesia · 30 September 2026 pukul 20.22
El Nino Membuat Kalender Tani Mundur, Ketahanan Pangan Perlu Diantisipasi
JPNN.com · 28 September 2026 pukul 17.30