Menteri Jumhur Berharap Negara Besar Ikut Bertanggung Jawab Pulihkan Lingkungan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat dalam pertemuan Menteri BRICS di New Delhi (18 Agustus 2026) menyampaikan keprihatinan atas negara maju yang mundur dari tanggung jawab mengatasi polusi dan perubahan iklim meski ekonomi besar menyumbang sebagian besar emisi global. Indonesia, sebagai negara kepulauan terbesar dengan lebih dari 17 ribu pulau dan 60% penduduk di pesisir, berada di garis depan dampak perubahan iklim seperti kenaikan permukaan laut dan cuaca ekstrem yang mengancam pembangunan dan mata pencaharian. Jumhur menekankan pentingnya melindungi keanekaragaman hayati Indonesia yang meliputi 300 ribu spesies, termasuk 9,7% tumbuhan berbunga dunia, 23% hutan mangrove, dan 16% spesies ikan laut global, sebagai fondasi adaptasi iklim. Untuk mengatasi tantangan ini, Indonesia telah mengimplementasikan Rencana Adaptasi Nasional 2026-2030 sebagai pilar pembangunan berkelanjutan dalam mendukung Visi Indonesia Emas 2045.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 06.14
Menteri Jumhur Harap Negara Besar Tanggung Jawab Pulihkan Lingkungan
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 16.38
Indonesia Bawa Praktik Pengelolaan Lingkungan Berbasis Masyarakat ke Forum BRICS
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 08.19
Di India, Jumhur Singgung Negara Maju yang Tak Mau Pulihkan Lingkungan
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 03.29
Indonesia Dorong Adaptasi Iklim dan Kearifan Lokal dalam Pertemuan BRICS
Berita terkait
Menteri Jumhur Sayangkan Negara Besar Mundur dari Tanggung Jawab Kolektif Pulihkan Lingkungan
JPNN.com · 19 Agustus 2026 pukul 01.00
Jumhur di BRICS, Negara Penghasil Emisi Besar Diminta Tak Lepas Tangan
VOI · 19 Agustus 2026 pukul 08.40
Jumhur Dorong Kearifan Lokal Jadi Solusi Krisis Iklim di BRICS
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 00.33
Di Forum Anggota BRICS, Menteri LH Tegaskan Isu Iklim Bukan Agenda Pinggiran
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 22.18