Menteri LH Dorong Wonosobo Kembangkan Pariwisata Berbasis Lingkungan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5536124/original/096555900_1774250305-3.jpg)
Menteri LH/Kepala BPLH Moh Jumhur Hidayat mendorong Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, mengembangkan pariwisata berbasis lingkungan (eco-tourism) sebagai potensi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dorongan disampaikan saat meninjau Festival Balon Udara di Alun-alun Wonosobo yang dinilai memiliki daya tarik tinggi bagi wisatawan lokal dan mancanegara. Jumhur menilai keindahan dan kelestarian alam dapat menjadi keunggulan daerah melalui pariwisata yang memperhatikan lingkungan, dengan harapan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian ekologis.
Selain pariwisata, Wonosobo dinilai memiliki potensi besar dari perdagangan karbon didukung kerimbunan vegetasi, kawasan hutan, dan partisipasi masyarakat penghijauan. Jumhur menjelaskan perdagangan karbon setara dengan perdagangan oksigen hasil penanaman pohon yang dikompensasi nilai uang. KLH/BPLH berkomitmen memastikan transparansi perdagangan karbon agar manfaat ekonomi dirasakan masyarakat. Upaya ini sejalan dengan program Bupati Afif Nurhidayat yang menggerakkan warga menanam ratusan ribu pohon kopi di lereng Gunung Sindoro dan Sumbing untuk keseimbangan ekosistem dan produktivitas lahan.
Kunjungan kerja 8–9 Agustus 2026 juga meliputi dialog dengan masyarakat dalam Malam Puncak Peringatan HUT ke-201 Kabupaten Wonosobo, menekankan sinergi pemerintah pusat dan daerah yang maju serta mandiri sambil mempertahankan kelestarian lingkungan.
Bagikan
Berita terkait
Perdagangan Karbon Kehutanan Libatkan Masyarakat, Bujang Raba Jadi Percontohan
Liputan6.com · 30 September 2026 pukul 18.03
Zulhas Dorong Penyederhanaan Aturan untuk Perdagangan Karbon
Detik.com · 30 September 2026 pukul 08.07
Hotspot Karhutla Jambi Tinggal 5 Titik, Peran Warga Disebut Jadi Kunci
CNN Indonesia · 29 September 2026 pukul 01.30
Tanda Tanya Sopir Pikap Ditemukan Berlumur Darah di Gang Sempit Wonosobo
Detik.com · 20 September 2026 pukul 09.22