Menteri P2MI Pastikan Negara Hadir untuk Anak Pekerja Migran di Malaysia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menegaskan perlindungan terhadap PMI harus mencakup keluarga, khususnya anak-anak yang tinggal di luar negeri. Dalam kolaborasi dengan Kementerian Hukum di Kuala Lumpur, pemerintah menyerahkan bantuan pendidikan sebesar RM500 per anak kepada 25 anak PMI di Malaysia, dengan total RM12.500. Bantuan ini bertujuan memastikan anak-anak tetap mendapatkan akses pendidikan meski orang tuanya bekerja jauh dari Indonesia.
Mukhtarudin menekankan pendidikan sebagai fondasi untuk memutus siklus kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup keluarga PMI. Perlindungan negara harus bersifat menyeluruh, mulai dari keberangkatan, penempatan, hingga kepulangan, termasuk isu hukum, administrasi, kewarganegaraan, dan keluarga. Kolaborasi lintas kementerian diharapkan memperkuat kebijakan agar dampaknya langsung menguntungkan keluarga yang ditinggalkan.
Sementara itu, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menyampaikan penegasan status kewarganegaraan sebagai bentuk kepastian hukum bagi WNI di luar negeri. Hingga kini, tercatat 2.341 WNI di luar negeri telah mendapatkan penegasan status, dengan 95,56% di Malaysia. Duta Besar RI untuk Malaysia juga menegaskan pentingnya pendidikan dan identitas bagi anak-anak PMI agar tetap memiliki masa depan yang baik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 3 September 2026 pukul 18.03
Lindungi Keluarga Pekerja Migran, Menteri P2MI Tegaskan Hal Ini
JPNN.com · 3 September 2026 pukul 15.56
Menteri P2MI Mukhtarudin Tegaskan Negara Hadir untuk Anak Pekerja Migran di Malaysia
Berita terkait
Respons Pidato Prabowo, Menteri Mukhtarudin Tingkatkan Kualitas PMI
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 14.34
Anggota Komisi II Dorong Pancasila Jadi "Living Values" di Era Digital
kumparan · 3 September 2026 pukul 19.29
Cucun Ajak Santri Kenali Peran DPR & Berani Bermimpi Jadi Pemimpin Bangsa
Detik.com · 3 September 2026 pukul 19.21
SDN 09 Kebayoran Lama Selatan Mulai Dibangun, Pramono Diminta Evaluasi Kadisdik DKI
VOI · 3 September 2026 pukul 19.15