Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Menteri PPN: Pengembangan singkong di Indonesia miliki prospek besar

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menyatakan bahwa pengembangan singkong di Indonesia memiliki prospek besar, mengingat ubi kayu merupakan komoditas pangan strategis. Dalam peresmian National Cassava Center di Universitas Lampung, Rachmat menyampaikan optimisme Indonesia dapat menjadi pemain utama dalam pengembangan komoditas ini dengan target produktivitas mencapai 60 ton per hektare. Peningkatan harga singkong dari Rp600-700 per kilogram tahun lalu ke Rp2.200 per kilogram saat ini, membuka peluang untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Rachmat menekankan bahwa "ini adalah waktu kita untuk memakmurkan petani singkong kita".

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyoroti kontribusi signifikan provinsi terhadap produksi singkong nasional. Lebih dari 70 persen produksi singkong nasional berasal dari Lampung, dengan delapan dari 15 kabupaten di provinsi tersebut menjadi sentra penghasil utama. Pengembangan industri tapioka di wilayah ini mendukung pertumbuhan sektor singkong secara keseluruhan.

Dengan dukungan pemerintah melalui National Cassava Center dan kolaborasi industri, sektor singkong diproyeksikan dapat memperkuat daya saing nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis sumber daya lokal. Target produktivitas tinggi dan peningkatan nilai tambah melalui pengolahan lebih lanjut menjadi fokus pengembangan ke depan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait