Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Mentrans Dorong Kampus Jadi Penggerak Inovasi di Kawasan Transmigrasi

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mendorong perguruan tinggi menjadikan kawasan transmigrasi sebagai ruang penerapan ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi. Hal ini disampaikan saat kuliah umum di Universitas Hasanuddin, Makassar. Kementerian Transmigrasi mengembangkan konsep kampus satelit dengan kawasan transmigrasi sebagai 'living laboratory' agar mahasiswa dan akademisi bisa melakukan riset berdasarkan persoalan nyata masyarakat, mencakup bidang pertanian, kesehatan, pendidikan, ekonomi, teknologi, dan lingkungan.

Iftitah mencontohkan pengembangan komoditas kopi yang membutuhkan pendampingan ilmiah dari tahap pembibitan hingga pemasaran agar menghasilkan produk bernilai jual tinggi. Ia menegaskan masyarakat lokal tidak boleh hanya menjadi penonton saat investasi hadir, melainkan harus dipersiapkan menjadi tenaga terampil, pelaku usaha, dan bagian dari ekosistem ekonomi di wilayahnya. Selain itu, Indonesia dapat mempelajari praktik 'brain circulation' dari Tiongkok, di mana pelajar belajar di luar negeri lalu kembali membawa pengetahuan untuk membangun negara.

Transmigrasi kini diarahkan bukan sekadar memindahkan penduduk, melainkan strategi mempertemukan talenta, ilmu pengetahuan, investasi, dan potensi lokal untuk menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru. Iftitah menekankan pembangunan harus berkelanjutan, menjaga lingkungan, dan menghormati budaya masyarakat setempat, seperti kawasan transmigrasi di Kutai Kartanegara yang berkembang menjadi area konservasi orangutan sekaligus destinasi wisata.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait