Pemerintah Dorong Kawasan Transmigrasi Jadi Pusat Ekonomi Baru, Bukan Sekadar Pindah Mukim
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah mengarahkan pengembangan kawasan transmigrasi agar tidak hanya menjadi tempat pindah penduduk, tetapi juga menjadi pusat ekonomi baru yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurut Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi, program ini telah menciptakan 1.567 desa definitif, 466 kecamatan, dan 116 kabupaten/kota. Tujuannya adalah menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi yang mendukung pemerataan pendududuk dan distribusi aktivitas ekonomi ke seluruh wilayah Indonesia.
Pengembangan kawasan transmigrasi dilakukan sesuai potensi lokal. Misalnya, di Sulawesi Tengah dikembangkan komoditas durian dan kopi, sementara di Papua fokus pada pala sebagai produk unggulan bernilai tambah. Pemerintah juga mendorong peningkatan produktivitas lahan, pengembangan sektor pertanian dan perikanan, hingga pengolahan produk unggulan daerah.
Viva Yoga menekankan bahwa program ini harus memberikan dampak langsung pada peningkatan pendapatan masyarakat. Dengan meningkatkan produksi pertanian dan perikanan, diharapkan pendapatan warga kawasan transmigrasi juga ikut meningkat secara signifikan.
Bagikan
Berita terkait
Mentrans Dorong Kampus Jadi Penggerak Inovasi di Kawasan Transmigrasi
Detik.com · 13 Agustus 2026 pukul 07.55
Kementrans Mau Gaet Kementerian Terkait Bangun Kawasan Transmigrasi
Detik.com · 30 Juli 2026 pukul 19.45
Perencanaan Berbuah Dampak, Jateng Raih Terbaik 3 Penghargaan Pembangunan Daerah 2026
JPNN.com · 30 September 2026 pukul 18.58
Zulhas Beberkan Strategi Penuhi Kebutuhan Pangan di Musim Paceklik
Detik.com · 30 September 2026 pukul 18.15