Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Mentrans Terjunkan 1.200 Patriot ke Papua, Dorong Ekonomi Warga

Pemerintah melalui Kementerian Transmigrasi menerjunkan 1.200 peserta Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 ke 200 tim yang tersebar di berbagai kawasan transmigrasi di Papua. Tujuan penempatan ini adalah untuk meningkatkan produktivitas, mengembangkan usaha lokal, membuka akses pasar, hingga menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat. Para Patriot terdiri dari akademisi, peneliti, dan tenaga ahli dari 10 perguruan tinggi mitra, yang ditugaskan tidak hanya melakukan riset, tetapi juga menghadirkan solusi atas persoalan masyarakat, menerapkan teknologi tepat guna, dan mempertemukan pelaku usaha dengan offtaker dan investor.

Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman Suryanagara menekankan bahwa keberhasilan program diukur dari dampak nyata yang dihasilkan, bukan dari jumlah peserta yang dikirim. Para Patriot harus mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatan masyarakat, meningkatkan kualitas dan nilai jual produk unggulan lokal, membuka pasar dan investasi, serta menciptakan lapangan kerja. Setiap tim wajib menyusun solusi berdasarkan potensi dan kebutuhan spesifik setiap kawasan, dengan mempertimbangkan kondisi lahan, cuaca, komoditas unggulan, dan karakter sosial budaya masyarakat.

Penugasan ini merupakan kelanjutan dari program TEP 2025 yang menempatkan 2.000 peneliti di 154 kawasan transmigrasi. Pemerintah kini memfokuskan pembangunan dari 154 kawasan menjadi 53 kawasan prioritas agar dampaknya lebih terukur. Kawasan sasaran di Papua meliputi Lereh, Senggi, Salor, Muting, Prafi, Momiwaren, Werianggi-Werabur, Bomberay-Tomage, Weri-Saharey, dan Klamono-Segun. Program ini bertujuan memastikan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak hanya terbatas di ruang kuliah, tetapi hadir langsung di lapangan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Indonesia Timur.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait