Jakarta · Selasa, 1 September 2026Cari
WargaKonoha

Menuju Industri Logistik Rendah Karbon, Infrastruktur Energi Jadi Kunci Utama

Pertumbuhan perdagangan, e-commerce, dan kebutuhan pengiriman cepat mendorong perusahaan logistik mengoperasikan gudang, pusat distribusi, dan armada secara lebih intensif. Tekanan pada biaya operasional dan penurunian emisi membuat efisiensi energi menjadi kunci penting. Elektrifikasi armada saja tidak cukup; perlu juga infrastruktur energi pendukung seperti jaringan listrik, sistem pengisian, dan profil konsumsi energi fasilitas agar tidak menambah beban puncak atau mengganggu distribusi.

SUN sebagai mitra Sustainability-as-a-Service menekankan bahwa dekarbonisasi logistik membutuhkan pendekatan menyeluruh. Instalasi PLTS atau pengganti kendaraan listrik saja tidak cukup. Perusahaan harus mengintegrasikan pembangkitan listrik, penyimpanan energi, pengisian daya, pemantauan, dan mobilitas dalam satu ekosistem energi yang efisien dan terukur.

Konsumsi energi sektor logistik tidak hanya berasal dari kendaraan. Gudang dan pusat distribusi membutuhkan listrik untuk penerangan, sistem pendingin, conveyor, otomasi, keamanan, dan TI. IEA menyebutkan bahwa konsumsi listrik global memasuki 'Age of Electricity' akibat peningkatan penggunaan listrik di transportasi, bangunan, dan industri. Bagi logistik, tren ini berarti kebutuhan pengelolaan energi semakin kompleks seiring pertumbuhan kendaraan listrik, cold storage, otomasi gudang, dan infrastruktur digital.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait