Jakarta · Kamis, 27 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Menyalakan Harapan dan Menjamin Pendidikan di Tengah Bencana

Presiden memberi apresiasi kepada seluruh jajaran pemerintah dan tenaga yang bergerak cepat untuk menangani dampak gempa bumi di Flores dan kabut asap di Pontianak. Anak-anak korban bencana kehilangan rumah, keluarga, dan rasa aman, sehingga terancam kehilangan masa depan. Di tengah bencana, peran guru dan sekolah menjadi penting sebagai ruang untuk memulihkan rasa aman, martabat, dan harapan. Sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang pemulihan psikologis dan sosial bagi anak-anak yang terdampak.

Negara wajib menjamin hak setiap anak untuk memperoleh pendidikan, termasuk saat bencana terjadi. Pemulihan sekolah tidak boleh hanya fokus pada rekonstruksi fisik gedung, tetapi harus mencakup pemulihan kehidupan, relasi sosial, kesehatan, lingkungan, dan masa depan anak. Pendidikan dalam situasi bencana harus bersifat holistis, human, inklusif, dan ekologis. Dengan demikian, pendidikan menjadi jalan pemulihan dan kekuatan untuk bangkit kembali.

Bencana alam seperti gempa dan kebakaran hutan memberikan dampak mendalam pada manusia, terutama anak-anak dan kelompok rentan. Pendidikan harus mengajarkan kepedulian sosial dan lingkungan, sekaligus menumbuhkan solidaritas, ketangguhan, dan tanggung jawab. Dengan pendidikan yang berkelanjutan, diharapkan anak-anak dapat bangkit dan membangun masa depan yang adil, sejahtera, sehat, damai, dan bahagia. Setiap bencana harus menjadi panggilan untuk membangun kehidupan yang lebih bermartabat dan berkelanjutan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait