Merawat Meritokrasi di Tengah Rumor Pergantian Kapolri
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pengamat hukum dan politik Pieter C Zulkifli menyampaikan bahwa di tengah rumor pergantian Kapolri, perhatian publik sebaiknya tidak hanya fokus pada siapa yang akan masuk atau keluar, tetapi memastikan keputusan strategis negara tetap berpijak pada meritokrasi. Ia menekankan pentingnya menilai Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo berdasarkan rekam jejak, integritas, dan prestasi penegakkan hukum, bukan hanya rumor. Dalam negara demokrasi, pergantian pejabat publik adalah hak Presiden, namun keputusan tersebut harus tetap mendukung prinsip nasional dan kepentingan negara, bukan hanya spekulasi politik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 15.57
Prabowo Puji Kapolri Listyo Sigit: Capai Puncak karena Prestasi
SINDOnews · 13 Agustus 2026 pukul 12.35
Prabowo Puji Kapolri: Mencapai Puncak Tertinggi di Kepolisian karena Prestasi
SINDOnews · 12 Agustus 2026 pukul 12.42
Respons Rumor Pergantian Kapolri, Pengamat Ingatkan Pentingnya Rekam Jejak dan Prestasi
CNN Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 02.58
Koalisi Sipil Respons Panglima TNI soal Tanggung Jawab Keamanan
Berita terkait
Presiden Prabowo Puji Kapolri Bangun Ribuan Jembatan dan Air Bersih, PP HIMMAH: Murni Prestasi dan Pengabdian Tulus
JPNN.com · 13 Agustus 2026 pukul 20.00
Presiden Prabowo Puji Jenderal Sigit, Capai Puncak Tertinggi di Polri Karena Prestasi
JPNN.com · 13 Agustus 2026 pukul 15.29
Respons TNI soal Panglima Dikritik Imbas Pernyataan Tanggung Jawab Keamanan RI
Detik.com · 11 Agustus 2026 pukul 22.23
Polemik Surpres Pergantian Kapolri, Wasekjen PB HMI: Kepemimpinan Listyo Sigit Masih Ideal
SINDOnews · 10 Agustus 2026 pukul 15.12