Respons Rumor Pergantian Kapolri, Pengamat Ingatkan Pentingnya Rekam Jejak dan Prestasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Di tengah menguatnya rumor pergantian Kapolri, pengamat hukum dan politik Pieter C Zulkifli menekankan pentingnya keputusan negara tetap berpijak pada meritokrasi. Menurutnya, penilaian publik harus fokus pada rekam jejak, integritas, dan prestasi seseorang, bukan sekadar spekulasi politik yang beredar di ruang publik. Ia menegaskan bahwa pergantian pejabat publik adalah hak prerogatif presiden dalam sistem demokrasi, namun hal tersebut tidak boleh dilepaskan dari prinsip kepentingan nasional dan akuntabilitas.
Pieter juga mempertanyakan secara objektif capaian Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo selama lebih dari lima tahun memimpin Polri. Ia menyoroti keberanian melakukan reformasi, konsistensi menegakkan hukum, dan pengabdian kepada bangsa sebagai faktor penting yang patut dipertimbangkan. Dengan mengutip filsuf Aristoteles tentang 'keseluruhan lebih besar dari jumlah bagian-bagiannya', ia menegaskan bahwa institusi tidak boleh dihakimi hanya dari kesalahan sebagian anggotanya.
Menurut Pieter, meritokrasi hanya akan hidup bila prestasi ditempatkan di atas persepsi dan spekulasi. Oleh karena itu, publik perlu menilai secara jernih apakah rekam jejak kepemimpinan Sigit memperlihati kegagalan atau capaian yang layak menjadi pertimbangan negara.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 12 Agustus 2026 pukul 08.15
Merawat Meritokrasi di Tengah Rumor Pergantian Kapolri
Berita terkait
Kapolri Harap Kompolnas Awards Terus Digelar: Bantu Temukan Personel Terbaik
Detik.com · 17 September 2026 pukul 22.57
Perintah Kapolri Siaga Tangani Abu Anak Krakatau Punya Landasan Hukum
VOI · 7 September 2026 pukul 13.55
Pakar Hukum: Kapolri Jadi Anggota Kehormatan KSBSI Bukan Jabatan Ex-Officio
VOI · 30 Agustus 2026 pukul 17.25
Kapolri Listyo Sigit Prabowo Diangkat Jadi Anggota Kehormatan KSBSI
Detik.com · 28 Agustus 2026 pukul 15.36