Merumuskan Masa Depan Administrasi Publik di Era Disrupsi dan Pengentasan Kemiskinan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Politeknik STIA LAN Jakarta menyelenggarakan Seminar Nasional "Indonesian Future of Public Administration in the Era of Disruption and Poverty Reduction" yang mempertemukan akademisi, birokrat, peneliti, mahasiswa, dan pemangku kepentingan. Seminar ini bertujuan merumuskan arah masa depan administrasi publik Indonesia dalam menghadapi era disrupsi dan mempercepat pengentasan kemiskinan.
Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Muhammad Taufiq menegaskan bahwa transformasi birokrasi merupakan keharusan, bukan pilihan. Administrasi publik harus mampu beradaptasi dengan perkembangan kecerdasan artifisial, digitalisasi, perubahan iklim, dan dinamika ekonomi global. Ia menekankan perlunya tata kelola yang adaptif, kolaboratif, berbasis data, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat agar kebijakan yang dihasilkan tepat sasaran dalam meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi kemiskinan.
Staf Ahli Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Sugeng Bahagijo, menambahkan bahwa keberhasilan birokrasi harus diukur dari dampak nyata terhadap kesejahteraan rakyat. Strategi pengentasan kemiskinan perlu dilakukan melalui integrasi program lintas sektor, pemanfaatan satu basis data sosial-ekonomi, kebijakan yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah, serta perubahan orientasi birokrasi dari sekadar penyerapan anggaran menuju pencapaian hasil yang dirasakan masyarakat.
Bagikan
Berita terkait
Pengamat: Gibran Tak Sendirian, Prabowo Juga Tak Dibela Koalisinya Sendiri
Warta Ekonomi · 2 Oktober 2026 pukul 13.40
Insentif Dapur MBG Jadi Rp 2.000 per Porsi, Berlaku Mulai 5 Oktober
kumparan · 2 Oktober 2026 pukul 03.00
Ini 12 Catatan yang Mendesak Terealisasi Pasca-Reshuffle Kabinet
SINDOnews · 1 Oktober 2026 pukul 17.07
Tim Luhut Dorong Skema Subsidi BBM Diubah Jadi Bantuan Langsung
Detik.com · 1 Oktober 2026 pukul 16.37