Merumuskan Masa Depan Administrasi Publik di Era Disrupsi dan Pengentasan Kemiskinan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Politeknik STIA LAN Jakarta menyelenggarakan Seminar Nasional "Indonesian Future of Public Administration in the Era of Disruption and Poverty Reduction" yang mempertemukan akademisi, birokrat, peneliti, mahasiswa, dan pemangku kepentingan. Seminar ini bertujuan merumuskan arah masa depan administrasi publik Indonesia dalam menghadapi era disrupsi dan mempercepat pengentasan kemiskinan.
Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Muhammad Taufiq menegaskan bahwa transformasi birokrasi merupakan keharusan, bukan pilihan. Administrasi publik harus mampu beradaptasi dengan perkembangan kecerdasan artifisial, digitalisasi, perubahan iklim, dan dinamika ekonomi global. Ia menekankan perlunya tata kelola yang adaptif, kolaboratif, berbasis data, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat agar kebijakan yang dihasilkan tepat sasaran dalam meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi kemiskinan.
Staf Ahli Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Sugeng Bahagijo, menambahkan bahwa keberhasilan birokrasi harus diukur dari dampak nyata terhadap kesejahteraan rakyat. Strategi pengentasan kemiskinan perlu dilakukan melalui integrasi program lintas sektor, pemanfaatan satu basis data sosial-ekonomi, kebijakan yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah, serta perubahan orientasi birokrasi dari sekadar penyerapan anggaran menuju pencapaian hasil yang dirasakan masyarakat.
Bagikan
Berita terkait
Peringatan Hari Kemerdekaan Harus Jadi Momentum Dorong Wujudkan Kebijakan yang Adil dan Merata
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 18.45
Pramono Ungkap Kendala Modifikasi Cuaca Jakarta di Tengah Polusi Udara
Liputan6.com · 16 Agustus 2026 pukul 11.38
Target 30.000 Kopdes Prabowo, Pengamat: Itu Bukan Koperasi, Hanya Topeng Bisnis Pejabat
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 09.50
Australia Mulai Buyback Senjata Api, Warga Dapat Kompensasi Rp 12,6 Juta
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 09.20