Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Militer AS Meledak dari Dalam, Ramai Pelaut Stres Berat-Mau Bunuh Diri

Lebih dari 5.000 pelaut dan marinir di kapal induk USS Abraham Lincoln mengalami krisis kesehatan mental serius selama penugasan laut terpanjang dalam sejarah modern, yakni 250 hari berturut-turut tanpa bersandar di daratan. Awak kapal telah berada di laut selama sembilan bulan dan memasuki bulan kelima operasi tempur melawan Iran. Beberapa pelaut dilaporkan berusaha melompat ke laut akibat tekanan berat. Kondisi di kapal memicu kemarahan keluarga dan anggota Kongres AS, mulai dari kamar mandi berjamur, toilet rusak, mesin cuci tidak berfungsi, ketersediaan air panas yang terbatas, hingga kualitas makanan yang buruk dan jatah makanan dibatasi.

Frustrasi memuncak dalam pertemuan emosional di San Diego yang dihadiri sekitar 200 anggota keluarga untuk menyampaikan keluhan langsung kepada pimpinan Angkatan Laut AS. Anggota Kongres Mike Levin dan Jason Crow turut menyuarakan kekhawatiran mereka. Penugasan seharusnya berakhir pada Mei tetapi diperpanjang berulang kali seiring berlanjutnya konflik. Awak kapal hanya mendapat dua hari menginjak daratan selama sembilan bulan penugasan, yaitu singgah di Guam pada Desember dan Oman pada Juli. Angkatan Laut AS membantah adanya peningkatan kasus percobaan bunuh diri dan menyatakan kesehatan mental awak kapal merupakan prioritas, dengan menyediakan jaringan dukungan berupa tenaga medis, profesional kesehatan mental, dan konselor. Namun studi sebelumnya menunjukkan hampir setengah pelaut mengeluhkan kurangnya bantuan dalam menghadapi tekanan saat bertugas di laut.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait