Misteri 'Titik Merah Kecil' Alam Semesta Terkuak Lewat Bintang Lubang Hitam Terjauh
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Penemuan bintang lubang hitam terjauh, MoM-BH*-1, yang terbentuk kurang dari 660 juta tahun setelah Big Bang, memberikan petunjuk penting untuk memecahkan misteri 'titik merah kecil' di alam semesta awal yang teramati oleh Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST). Objek ini ditemukan melalui program survei Mirage or Miracle (MoM) di JWST dan merupakan contoh bintang lubang hitam 'telanjang' yang berdiri sendiri tanpa berada dalam galaksi. Objek ini umumnya berada di pusat galaksi muda dengan cahaya yang membutuhkan waktu hingga 12 miliar tahun untuk mencapai Bumi.
MoM-BH*-1 terletak dekat dengan galaksi muda dan diperkirakan akan menyatu dengan galaksi tersebut dalam 100 juta tahun ke depan. Para peneliti memodelkan bentuk spektrum galaksi setelah penyatuan dan menemukan hasilnya sangat mirip dengan fenomena titik merah kecil, yang menunjukkan bahwa bintang lubang hitam seperti ini berfungsi sebagai mesin utama bagi kuasar muda. Selubung gas di sekitar lubang hitam dapat terkikis seiring waktu, memperlihatkan lubang hitam yang tumbuh cepat hingga membentuk kuasar yang sangat terang.
Penemuan ini, yang dipublikasikan dalam jurnal Nature pada 13 Agustus, memperkuat pemahaman astronom tentang asal-usul lubang hitam supermasif di alam semesta awal, menjelaskan bagaimana lubang hitam tumbuh begitu masif dengan cepat.
Bagikan
Berita terkait
Satelit Seukuran Koper Memburu Sinyal Alam Semesta Awal
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 21.19
Studi Terbaru: Lubang Hitam Supermasif Lepaskan Energi Setara Miliaran Supernova
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 11.29
Fakta-Fakta Bulan Kian Menjauhi Bumi, Dampaknya Dirasakan Manusia
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 10.30
Teleskop James Webb Temukan Air di Dekat Lubang Hitam Pusat Bima Sakti
Media Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 13.29