Teleskop JWST Temukan Bintang yang 100 Miliar Kali Lebih Terang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) menemukan objek merah misterius bernama MoM-BH-1 di alam semesta yang usianya baru beberapa ratus juta tahun setelah Big Bang. Objek ini tampak seperti bintang raksasa, tetapi menghasilkan energi sekitar 100 miliar kali lebih besar dibanding bintang mana pun yang diketahui mampu dihasilkan melalui fusi nuklir. Karena itu, sumber energinya diperkirakan bukan dari mekanisme bintang biasa.
Peneliti utama Rohan Naidu dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) memperkirakan terdapat lubang hitam bermassa sekitar 100.000 kali massa Matahari di pusat objek tersebut. Lubang hitam itu dikelilingi selubung hidrogen sangat padat dan luas hingga skala tata surya, sehingga dari kejauhan menyerupai permukaan bintang raksasa. Objek ini dijuluki black hole star atau bintang lubang hitam. Spektrumnya terutama menunjukkan hidrogen dan helium tanpa unsur berat, sesuai gambaran alam semesta yang masih sangat muda. Objek ditemukan saat survei Mirage or Miracle (MoM) yang semula mencari galaksi-galaksi awal. Karakteristik spektrumnya menampilkan Balmer break ekstrem yang tidak sepenuhnya cocok dengan penjelasan debu.
Temuan MoM-BH-1 berpotensi menjelaskan objek-objek kecil berwarna merah yang dikenal sebagai little red dots. Benda tersebut banyak ditemukan di alam semesta awal lewat JWST, dan tim peneliti menduga sebagian memiliki struktur serupa, yaitu lubang hitam yang diselimuti gas padat.
Bagikan
Berita terkait
Ahli Ungkap Bagaimana Lubang Hitam Raksasa Berperan Membentuk Galaksi
CNN Indonesia · 27 September 2026 pukul 03.00
Ledakan Sinyal Misterius di Alam Semesta Jadi Kunci Buka Misteri Kosmik
Media Indonesia · 11 September 2026 pukul 13.03
Penggabungan Lubang Hitam 'Mustahil' Akhirnya Terungkap, Ilmuwan Sebut Akibat Lengkungan Ruang-Waktu
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 11.47
Misteri Lubang Hitam Monster Alam Semesta Purba Terkuak, Ternyata Tak Sebesar Perkiraan
Media Indonesia · 3 September 2026 pukul 13.15