Modifikasi Cuaca Jakarta Terhambat, Ini Penjelasan Pramono
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengatasi kekeringan tidak dapat dilaksanakan karena tidak adanya awan potensial di langit Jakarta selama musim kemarau. Pramono telah menginstruksikan BPBD DKI Jakarta untuk melakukan rekayasa cuaca, namun kondisi atmosfer tidak mendukung penyemaian garam. OMC hanya dapat dilakukan jika terbentuk awan konvektif yang cukup, dengan metode penyemai garam atau Natrium Klorida (NaCl) menggunakan pesawat khusus. Saat ini, BMKG mencatat fenomena El Nino 2026 telah aktif dan berpotensi mencapai level sangat kuat, memicu musim kemarau yang lebih kering dan panjang di Indonesia termasuk Jakarta. Fenomena ini meningkatkan risiko kekeringan ekstrem yang berdampak pada sektor strategis, sehingga penguatan mitigasi dan kesiapsiagaan nasional menjadi prioritas.
Bagikan
Berita terkait
BMKG : Oktober 2026 Masih Kemarau di Kalimantan Utara
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 22.29
Cuaca Jakarta Hari Ini 18 Agustus 2026: Berawan Seharian
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 07.18
BMKG Beri Peringatan Daerah Potensi Kekeringan Parah Agustus 2026
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 14.16
BMKG Ingatkan El Nino Kuat di Jatim, Warga Diminta Waspadai Karhutla hingga Awal 2027
JPNN.com · 13 Agustus 2026 pukul 16.40