Modifikasi Cuaca Jakarta Terhambat, Ini Penjelasan Pramono
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengatasi kekeringan tidak dapat dilaksanakan karena tidak adanya awan potensial di langit Jakarta selama musim kemarau. Pramono telah menginstruksikan BPBD DKI Jakarta untuk melakukan rekayasa cuaca, namun kondisi atmosfer tidak mendukung penyemaian garam. OMC hanya dapat dilakukan jika terbentuk awan konvektif yang cukup, dengan metode penyemai garam atau Natrium Klorida (NaCl) menggunakan pesawat khusus. Saat ini, BMKG mencatat fenomena El Nino 2026 telah aktif dan berpotensi mencapai level sangat kuat, memicu musim kemarau yang lebih kering dan panjang di Indonesia termasuk Jakarta. Fenomena ini meningkatkan risiko kekeringan ekstrem yang berdampak pada sektor strategis, sehingga penguatan mitigasi dan kesiapsiagaan nasional menjadi prioritas.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 18.07
BMKG: Hujan di Jakarta Kemarin Bukan karena Modifikasi Cuaca
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 09.34
Peringatan BMKG, Ini Daerah Potensi Kekeringan Ekstrem Agustus 2026
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 06.05
Hujan Mendadak Guyur Jakarta, Pramono: Berkali-kali Saya Sampaikan...
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 16.13
6 Kecamatan Alami Krisis Air, Pemkab Serang Tetapkan Status Darurat Kekeringan
Berita terkait
Puan Minta Pemerintah Perkuat Penanggulangan Krisis Air di Daerah
Detik.com · 30 September 2026 pukul 15.25
Krisis Air Meluas, Puan Minta Pemerintah Perkuat Infrastruktur
Liputan6.com · 30 September 2026 pukul 15.05
Antisipasi Kekeringan Ekstrem, Tempo Scan Salurkan 640 Ribu Liter Air Bersih di Jawa-Sumatera
JPNN.com · 28 September 2026 pukul 15.07
Saking Sangat Kuatnya El Nino, Wilayah RI Ini Ikut Alami Musim Kemarau
CNBC Indonesia · 24 September 2026 pukul 19.20