Mongolia ingin perluas kerja sama di bidang farmasi hingga energi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pelaku usaha Mongolia ingin memperluas kerja sama dengan Indonesia di sektor farmasi, energi terbarukan, teknologi hijau, pangan, pertanian, dan pariwisata. Hal ini disampaikan Presiden Kamar Dagang dan Industri Nasional Mongolia (MNCCI) Baatarjav Lkhagvajav dalam forum bisnis bertajuk "70 years of Partnership: A New Era of Cooperation" yang dihadiri sekitar 35 pelaku usaha dari kedua negara. Mongolia dan Indonesia merayakan 70 tahun hubungan diplomatik pada 2026, dengan nilai perdagangan bilateral yang masih rendah. Menurut catatan Kementerian Perdagangan RI, total nilai perdagangan Indonesia-Mongolia pada 2025 mencapai 56,6 juta dolar AS, didominasi oleh ekspor Indonesia sebesar 49,5 juta dolar AS, sementara impor dari Mongolia hanya 6,5 juta dolar AS. Baatarjav menekankan bahwa peluang kerja sama terbuka lebar mengingat komplemen potensi kedua negara, seperti sumber daya alam Mongolia dan pasar konsumen Indonesia yang besar. Indonesia juga mengundang pelaku usaha Mongolia untuk berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia 2026 pada 14-18 Oktober 2026 guna mempromosikan produk Mongolia seperti wol dan produk berkualitas lainnya.
Bagikan
Berita terkait
Ekspor Perikanan Tembus 676,96 Ton, Bea Cukai Perkuat Fasilitasi hingga Agustus 2026
JPNN.com · 29 September 2026 pukul 15.19
BI Bukukan Potensi Transaksi Penjualan Rp 17,6 Miliar di MIHAS 2026
JPNN.com · 29 September 2026 pukul 06.12
Indonesia Ekspor Vaksin Hewan Perdana Ke Afrika, Nilai Perdagangan Tembus Rp 1,9 Miliar
JawaPos · 25 September 2026 pukul 16.30
Klaim Dugaan Kehilangan Rp 600 Triliun dari Under-Invoicing CPO Perlu Pembuktian
JawaPos · 25 September 2026 pukul 08.45