Jakarta · Rabu, 30 September 2026Cari
WargaKonoha

Mongolia ingin perluas kerja sama di bidang farmasi hingga energi

Pelaku usaha Mongolia ingin memperluas kerja sama dengan Indonesia di sektor farmasi, energi terbarukan, teknologi hijau, pangan, pertanian, dan pariwisata. Hal ini disampaikan Presiden Kamar Dagang dan Industri Nasional Mongolia (MNCCI) Baatarjav Lkhagvajav dalam forum bisnis bertajuk "70 years of Partnership: A New Era of Cooperation" yang dihadiri sekitar 35 pelaku usaha dari kedua negara. Mongolia dan Indonesia merayakan 70 tahun hubungan diplomatik pada 2026, dengan nilai perdagangan bilateral yang masih rendah. Menurut catatan Kementerian Perdagangan RI, total nilai perdagangan Indonesia-Mongolia pada 2025 mencapai 56,6 juta dolar AS, didominasi oleh ekspor Indonesia sebesar 49,5 juta dolar AS, sementara impor dari Mongolia hanya 6,5 juta dolar AS. Baatarjav menekankan bahwa peluang kerja sama terbuka lebar mengingat komplemen potensi kedua negara, seperti sumber daya alam Mongolia dan pasar konsumen Indonesia yang besar. Indonesia juga mengundang pelaku usaha Mongolia untuk berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia 2026 pada 14-18 Oktober 2026 guna mempromosikan produk Mongolia seperti wol dan produk berkualitas lainnya.

Berita terkait