Jakarta · Kamis, 1 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Motif Ekonomi di balik Petaka Karhutla Kalimantan, Demi Lahan Sawit?

Kementerian Pertanian mencatat 28.392 hotspot terdeteksi pada September 2026, dengan Kalimantan Tengah menjadi wilayah terbanyak (10.000 titik), diikuti Kalimantan Barat (3.900-4.000), Sumatera Selatan (3.500), Papua Selatan (2.400), Kalimantan Timur (1.300), dan Kalimantan Selatan (1.070). Hotspot merupakan indikator yang perlu dikonfirmasi lapangan untuk memastikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemerintah menegaskan prinsip zero burning dalam pembukaan lahan perkebunan, melarang pembakaran oleh pelaku usaha. Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) menyatakan motif ekonomi menjadi akar masalah pembakaran lahan, terutama di sektor sawit yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Masyarakat memilih pembakaran karena biaya murah, cepat, efisien, serta abu yang dapat meningkatkan pH tanah dan fungsi pupuk.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait