Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Motor Listrik RI Mau Digenjot, Jarak Tempuh-Nyawa Baterai Jadi Sorotan

Pemerintah mendorong pengembangan Ekosistem Motor Listrik Nasional (MOLINAS) untuk percepatan elektrifikasi kendaraan roda dua di Indonesia. Namun, pengamat Bebin Djuana menilai harga masih menjadi kendala utama bagi masyarakat yang ingin beralih ke motor listrik. Subsidi Rp5-7 juta yang diberikan pemerintah dinilai belum cukup untuk kelompok konsumen yang menjadi sasaran utama elektrifikasi roda dua, sehingga perlu dukungan pemerintah yang lebih besar.

Selain harga, kapasitas baterai juga menjadi sorotan. Baterai dengan jarak tempuh hanya 50-60 km dinilai tidak memadai bagi pengguna yang menggunakan sepeda motor untuk mencari nafkah, seperti para pengemudi ojek online. Jarak tempuh yang pendek ini menjadi kendala serius bagi mereka yang membutuhkan kendaraan dengan daya tahan tinggi untuk bekerja sepanjang hari.

Untuk mengatasi hal ini, kebijakan pengembangan motor listrik nasional perlu mempertimbangkan kebutuhan pengguna sehari-hari dan melibatkan industri lokal yang sudah memiliki pengalaman serta kapasitas produksi. Presiden Prabowo Subianto akan meresmikan MOLINAS di fasilitas PT Ilectra Motor Group (ALVA) di Cikarang. Ekosistem MOLINAS mencakup pengembangan industri, komponen, baterai, infrastruktur charging, pembiayaan, distribusi, layanan purnajual, dan penguatan pasar, dengan PT LEN sebagai lead integrator.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait