Muktamar ke-35 NU Bahas Isu Rangkap Jabatan Ketum PBNU dan Rais Aam
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sidang Komisi Organisasi Muktamar ke-35 NU di Jombang membahas larangan rangkap jabatan untuk Ketua PBNU dan Rais Aam. Asrorun Niam menyatakan para muktamirin sepakat opsi jalan ketiga, membatasi pemegang jabatan mandataris tidak boleh merangkap jabatan politik seperti ketua partai, presiden, gubernur, menteri, pimpinan DPR/DPD. Aturan ini didefinisikan secara detail. Terkait pengurus partai, larangan tetap berlaku sesuai pasal yang ada. Musyawaran dilakukan di Pondok Pesantren Bahrul Umum pada Senin (29/8).
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 14.52
Melihat Kotak Suara Ahwa Muktamar NU Dijaga Ketat di Tambakberas
Liputan6.com · 29 Agustus 2026 pukul 14.31
Muktamar NU Belum Putuskan Cara Pilih Ketum
kumparan · 29 Agustus 2026 pukul 08.43
Menanti Ketum Baru PBNU
kumparan · 28 Agustus 2026 pukul 14.23
Gus Ipul: Komisi di Muktamar ke-35 NU Bahas Pemilihan Ketum-Rangkap Jabatan
Berita terkait
AHWA Disepakati Jadi Mekanisme Pemilihan Rais Aam dalam Muktamar ke-35 NU
JPNN.com · 29 Agustus 2026 pukul 14.09
AHWA Disepakati Jadi Mekanisme Pemilihan Rais Aam daoqk Muktamar ke-35 NU
JPNN.com · 29 Agustus 2026 pukul 14.09
Gus Yahya Jawab Isu Intervensi Pengurus Daerah di Muktamar NU
Liputan6.com · 28 Agustus 2026 pukul 12.10
Nasaruddin Umar Bantah Jadi Caketum PBNU dan Mundur dari Menteri Agama
CNN Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 11.18