Muncul Fenomena Orang RI Ogah-ogahan Berlibur ke Luar Negeri, Ada Apa?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mengidentifikasi perubahan tren perjalanan wisata masyarakat Indonesia pada 2026. Data dari ASEAN Hotel and Restaurant Association (AHRA) menunjukkan penurunan jumlah wisatawan Indonesia ke negara tetangga selama Januari-April 2026 dibandingkan tahun lalu. Penurunan signifikan terjadi ke Singapura sebesar 9,9%, Malaysia 3.3%, sementara Thailand juga mengalami penurunan. Penurunan ini dipicu oleh kenaikan nilai tukar dolar Amerika Serikat yang meningkatkan biaya perjalanan ke luar negeri, sehingga masyarakat lebih memilih wisata domestik. Kondisi ini menopang peningkatan okupansi hotel di destinasi wisata dalam negeri sekitar 20%-30% selama libur sekolah di kuartal II-2026. Namun, PHRI menekankan bahwa peningkatan ini bersifat musiman dan belum mencerminkan pemulihan menyeluruh industri perhotelan, karena aktivitas MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) masih terhambat kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 2 Agustus 2026 pukul 07.45
Atria Hotel Magelang Optimalkan Layanan Digital untuk Tingkatkan Okupansi
CNN Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 15.35
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp18.022 per Dolar AS Sore Ini
SINDOnews · 31 Juli 2026 pukul 10.34
IHSG Dibuka Hijau, Rupiah Perkasa di Tengah Tekanan Dolar AS
CNN Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 09.37
Rupiah Menguat ke Rp18.055 per Dolar AS Pagi Ini
Berita terkait
Ekosistem MICE Yogyakarta Makin Kuat
Media Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 08.34
Rupiah Diprediksi Melemah Tembus Rp 18.000 Pekan Ini, Dolar AS Masih Menguat
JawaPos · 27 September 2026 pukul 10.45
Kunjungan Turis ke Indonesia Meningkat, Tapi Nilai Transaksi Menurun
SINDOnews · 26 September 2026 pukul 17.13
Rupiah Lemas Sambut Akhir Pekan di Posisi Rp17.903 per Dolar AS
SINDOnews · 25 September 2026 pukul 17.53