Jakarta · Jumat, 21 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Myanmar Kerahkan Tentara Kuasai Lahan Warga demi Proyek Rusia

Militer Myanmar mengerahkan sekitar 700 tentara ke wilayah Tanintharyi, selatan negara, untuk mengamankan kawasan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Dawei yang didukung Rusia. Operasi ini dilaporkan melibukan pembakaran tiga desa, pembunuhan tiga pekerja kemanusiaan, dan serangan udara serta laut. Menurut sumber dari People's Defence Force dan Batalion No. 1 Distrik Dawei, pasukan militer juga memblokir akses wilayah sekitar pelabuhan laut dan pembangkit listrik yang direncanakan di pesisir Laut Andaman. Operasi intensif ini terjadi setelah kunjungan Wakil Panglima Angkatan Bersenjata Kyaw Swar Lin pada akhir Juni, yang memerintahkan perlindungan proyek strategis termasuk Dawei.

Kunjungan Presiden Myanmar Min Aung Hlaing ke Moskow akhir Juli memicu pembahasan kembali proyek Dawei, yang dipromosikan sebagai jalur alternatif Selat Malaka. Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin menyatakan keseriusan perusahaan Rusia untuk berinvestasi, termasuk pada pembangunan pelabuhan dan pembangkit listrik. Proyek ini diperkirakan dapat memangkas waktu pengiriman barang empat hingga enam hari dibandingkan rute melalui Selat Malaka.

Proyek Dawei pertama kali diluncurkan pada 2008 sebagai proyek patungan dengan Thailand, namun terhenti pada 2013 akibat penolakan masyarakat dan kekurangan pendanaan. Pemerintah baru Myanmar kini berupaya menghidupkan kembali proyek tersebut dengan dukungan Rusia, meskipun laporan konflik dan penggusuran warga masih belum diverifikasi secara independen oleh pihak eksternal.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait