Presiden Putin Puji Persahabatan Rusia-Myanmar Kuat dan Teruji Waktu
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Rusia Vladimir Putin menyambut Min Aung Hlaing, Pemimpin Myanmar, dalam kunjungan resmi ke Moskow. Putin menekankan bahwa hubungan Rusia-Myanmar didasari pada persahabatan, kemitraan, dan saling mendukung yang kuat serta teruji waktu. Hubungan ini kembali menyoroti kerja sama multidimensi berbasis kesetaraan dan saling menghormati. Pada 1950-an dan 1960-an, Rusia memberikan kontribusi besar dalam pembangunan ekonomi, sosial, dan pertahanan Myanmar melalui proyek infrastruktur, medis, dan pendidikan besar. Proyek-proyek tersebut masih beroperasi dan memberikan manfaat nyata bagi rakyat Myanmar. Hubungan kedua negara terus menguat dengan dialog rutin antar Kementerian Luar Negeri dan Dewan Keamanan, serta proyek bersama berskala besar sedang dikembangkan.
Bagikan
Berita terkait
HUT ke-81 RI, Presiden Putin Ingin Rusia-Indonesia Perluas Kemitraan yang Saling Menguntungkan
VOI · 18 Agustus 2026 pukul 06.00
Menteri Luar Negeri Rusia Tuduh Uni Eropa Melakukan Perampokan dan Pembajakan
VOI · 14 Agustus 2026 pukul 11.00
Tiba-Tiba Jepang Panas ke Rusia, Ada Apa dengan Putin?
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 20.30
Trump Tunda Pemberlakuan Tarif 50 Persen Produk Kanada
VOI · 19 Agustus 2026 pukul 09.59